Jateng

Pencurian Rp1,7 Triliun hingga Pembobolan Louvre, 7 Kasus Pencurian Paling Epik yang Terinspirasi Film

Theo Adi Pratama | 22 April 2026, 16:48 WIB
Pencurian Rp1,7 Triliun hingga Pembobolan Louvre, 7 Kasus Pencurian Paling Epik yang Terinspirasi Film

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka, adegan-adegan menegangkan dalam film-film pencurian (heist) Hollywood ternyata tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi aksi kriminal nyata di berbagai belahan dunia.

Dari pembobolan bank ala Ocean's Eleven hingga penyamaran aparat penegak hukum seperti dalam film Special 26, para pelaku kejahatan seolah-olah mengambil "cetak biru" dari layar lebar untuk melancarkan aksi mereka.

Mulai dari pencurian uang tunai €30 juta di Jerman, pembobolan museum Louvre di Paris, hingga geng pencuri internasional yang menggunakan akrobat untuk memanjat gedung.

Bahkan, ada kasus di mana seorang penulis skenario film Die Hard with a Vengeance justru diinterogasi FBI karena pengetahuannya tentang sistem keamanan bank dinilai terlalu mendetail.

Berikut adalah 7 daftar kasus pencurian paling epik di dunia yang terinspirasi dari adegan film.

1. Pencurian Rp 1,7 Triliun ala Ocean's Eleven di Jerman

Pada Desember 2025, sebuah bank di Gelsenkirchen, Jerman barat, menjadi korban pencurian yang oleh polisi setempat disebut-sebut "sangat profesional" dan mirip dengan plot film Ocean's Eleven.

Para pelaku mengebor lubang besar dari garasi bawah tanah yang berdekatan untuk masuk ke ruang brankas bank, tempat 3.300 kotak penyimpanan aman (safe deposit box) disimpan .

  • Kerugian: Lebih dari €30 juta (sekitar Rp 510 miliar) dalam bentuk emas batangan, perhiasan, uang tunai, dan barang berharga lainnya .

  • Keunikan: Lebih dari 95 persen kotak penyimpanan berhasil dibuka paksa. Para pelaku bahkan sempat membayar tiket parkir sebelum melarikan diri dengan mobil . Alarm kebakaran sempat berbunyi 48 jam sebelumnya, tetapi petugas pemadam kebakaran tidak menemukan kerusakan saat itu .

  • Nasib: Para pelaku masih buron hingga berita ini diturunkan. Polisi menyelidiki kendaraan yang digunakan, yaitu van Mercedes putih dan Audi RS 6 hitam dengan pelat nomor palsu .

2. Pencurian Rp 16 Miliar oleh Model Fashion di New York

Pada Desember 2025, seorang model fashion berusia 21 tahun, Abdallah Diaby, ditangkap karena mencuri barang-barang desainer mewah senilai lebih dari US$1 juta (sekitar Rp 16 miliar) dari butik 4Gseller di SoHo, New York.

Pemilik butik menyebut aksi itu "mirip seperti di film" .

  • Kerugian: 20 jaket desainer St. Laurent, 30 tas tangan, 20 ikat pinggang, dan barang mewah lainnya .

  • Keunikan: Para pelaku mengenakan rompi konstruksi dan lampu kepala, menggunakan tangga untuk memanjat perancah, dan menghancurkan kaca etalase. Mereka masuk dan keluar toko hanya dalam waktu 4,5 menit . Seorang pengintai dan sopir menunggu di luar.

  • Nasib: Diaby ditangkap dan didakwa, tetapi dibebaskan tanpa jaminan karena kejahatan non-kekerasan tidak memenuhi syarat jaminan di New York. Tiga pelaku lain masih buron .

3. Special 26-Style Heist: ART di Delhi Jadi Otak Pencurian

Pada Februari 2026, seorang asisten rumah tangga (ART) di New Friends Colony, Delhi, menjadi otak di balik pencurian yang terinspirasi film Bollywood Special 26 (2013).

Dalam film tersebut, sekelompok penipu menyamar sebagai petugas penegak hukum untuk merampok orang kaya.

  • Kerugian: Sekitar Rp 80–100 juta dalam bentuk uang tunai dan tujuh jam tangan mewah .

  • Keunikan: Rekha Devi, ART korban yang berusia 86 tahun, mempekerjakan tiga pria yang mengenakan seragam polisi dan mengaku sebagai petugas Direktorat Penegakan Hukum (ED). Mereka mengintimidasi keluarga, menyita ponsel, dan menggeledah rumah .

  • Nasib: Rekha Devi dan iparnya ditangkap, sementara tiga pelaku pria—termasuk anggota ITBP dan pensiunan tentara—masih buron .

4. Pencurian di Museum Louvre: 7 Menit, 8 Permata Mahkota Prancis Raib

Pada 19 Oktober 2025, empat pencuri bertopeng dengan rompi kerja berwarna cerah melakukan aksi pencurian di Museum Louvre, Paris, yang langsung dibandingkan dengan adegan film Ocean's Eleven .

  • Kerugian: 8 permata mahkota Prancis dari abad ke-19, termasuk satu mahkota yang terkait dengan Permaisuri Eugénie .

  • Keunikan: Para pencuri menggunakan keranjang angkat yang dipasang di truk untuk mencapai jendela di sisi tepi sungai museum, memecahkan etalase kaca, dan melarikan diri dengan sepeda motor. Aksi hanya berlangsung 4–7 menit dan terjadi setelah jam operasional museum dengan pengunjung masih di dalam .

  • Nasib: Para pencuri masih buron, dan polisi Prancis masih menyelidiki rekaman keamanan dan bukti di tempat kejadian .

5. Geng "Ocean's Eleven" dengan Akrobat dan Orang Kuat

Sebuah geng pencurian internasional yang dijuluki "Pejcinovic Enterprise" beroperasi selama lebih dari satu dekade (2006–2018) dan dituduh mencuri lebih dari US$10 juta dalam bentuk perhiasan.

Jaksa penuntut mengatakan geng itu menyerupai Ocean's Eleven versi nyata, lengkap dengan "orang-orang dengan kemampuan akrobatik" untuk memanjat gedung dan "orang-orang yang sangat kuat" untuk membobol pintu .

  • Kerugian: Lebih dari US$10 juta dalam 16 pembobolan, sebagian besar di toko perhiasan di New York, Los Angeles, Portland, dan Frankfurt, Jerman .

  • Keunikan: Geng ini memiliki anggota dengan keahlian khusus: akrobat untuk memanjat, orang kuat untuk membobol, dan ahli keamanan untuk menonaktifkan sistem alarm.

  • Nasib: Pemimpin geng, Damir "Coco" Pejcinovic, ditangkap oleh FBI pada Oktober 2018 dan dihukum. Anggota lain seperti Elvis "Gorilla" Cirikovic dan Gzimi "Jimmy" Bojkovic juga ditangkap .

6. Pencurian Uang Rp 7,7 Miliar oleh Polisi Gadungan di Mumbai

Pada April 2026, seorang pedagang perhiasan di Kurla, Mumbai, India, menjadi korban pencurian yang dilakukan oleh sekelompok pria yang menyamar sebagai polisi.

Insiden ini oleh polisi setempat disebut sebagai "pencurian bergaya film" (filmy-style robbery) .

  • Kerugian: Rp 2,8 miliar (₹15 lakh) .

  • Keunikan: Para pelaku menyamar sebagai petugas polisi dan menipu korban dengan skenario yang mirip dengan adegan dalam film aksi India.

  • Nasib: Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung.

7. Die Hard with a Vengeance: Film yang Memicu Investigasi FBI

Uniknya, tidak hanya pencurian yang terinspirasi film, tetapi sebuah film juga pernah memicu investigasi FBI karena skenarionya dianggap "terlalu nyata."

Penulis skenario Die Hard with a Vengeance (1995), Jonathan Hensleigh, menerima telepon dari FBI yang khawatir dengan pengetahuannya tentang sistem keamanan Federal Reserve Bank of New York .

  • Keunikan: Dalam film, penjahat Simon Gruber (diperankan Jeremy Irons) menyamarkan pembobolan brankas Federal Reserve dengan membuat kekacauan di seluruh kota. FBI menganggap rencana itu "sangat mungkin dilakukan" di dunia nyata .

  • Nasib: Hensleigh menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi tersebut secara legal—dari tur ke brankas Federal Reserve dan artikel di New York Times Sunday Magazine . FBI kemudian mengadakan pertemuan internal untuk membahas cara meningkatkan keamanan fasilitas tersebut .

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Apakah film Ocean's Eleven benar-benar menginspirasi banyak pencurian di dunia nyata?
A: Ya. Beberapa kasus, seperti pencurian bank di Jerman (2025) dan geng pencuri internasional "Pejcinovic Enterprise," secara langsung dibandingkan dengan plot Ocean's Eleven oleh pihak kepolisian dan jaksa penuntut.

Q: Apakah semua kasus di atas pelakunya sudah tertangkap?
A: Tidak. Beberapa kasus, seperti pencurian bank €30 juta di Jerman dan pembobolan Louvre di Paris, pelakunya masih buron hingga saat ini.

Q: Apa yang dimaksud dengan Special 26-style heist?
A: Special 26 adalah film Bollywood 2013 yang terinspirasi dari kisah nyata pencurian di Opera House, Mumbai (1987), di mana para pelaku menyamar sebagai petugas pajak. Dalam kasus di Delhi (2026), para pelaku menyamar sebagai petugas Direktorat Penegakan Hukum (ED) untuk merampok majikan mereka.

Q: Apakah ada kasus di mana film justru memicu investigasi keamanan?
A: Ya. Skenario Die Hard with a Vengeance dianggap sangat realistis oleh FBI sehingga mereka menginterogasi penulis skenario dan kemudian mengadakan pertemuan internal untuk mengevaluasi keamanan Federal Reserve Bank of New York.

Penutup

Dari pembobolan bank ala Ocean's Eleven di Jerman hingga pencurian museum bergengsi di Paris, kasus-kasus di atas membuktikan bahwa garis antara fiksi dan kenyataan bisa sangat tipis.

Para pelaku kejahatan tidak hanya terinspirasi oleh adegan-adegan dalam film, tetapi dalam beberapa kasus, mereka bahkan melampaui imajinasi para penulis skenario.

Sementara pihak berwenang terus berupaya meningkatkan sistem keamanan, satu hal yang pasti: popularitas film-film heist sepertinya tidak akan pernah surut, begitu pula dengan upaya para peniru di dunia nyata.

Pernahkah Anda menonton film-film heist seperti Ocean's Eleven atau Special 26? Apakah Anda setuju bahwa film-film semacam itu bisa memicu aksi kejahatan di dunia nyata? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar—karena diskusi tentang dampak budaya pop terhadap kriminalitas tidak akan pernah ada habisnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.