Tendangan “Kungfu” Fadly Alberto Hengga di EPA Liga 1 U-20 Picu Kontroversi, Terancam Sanksi Berat

JATENG.AKURAT.CO, Insiden panas terjadi dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 yang melibatkan penyerang muda Fadly Alberto Hengga.
Aksi berbahaya yang dilakukannya saat pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 langsung menyita perhatian publik, dan memicu kecaman luas dari pecinta sepak bola nasional.
Peristiwa tersebut terjadi di Stadion Citarum pada Minggu (19/4), dalam lanjutan matchday ke-33 EPA Liga 1 U-20.
Dalam pertandingan itu, Fadly terlihat melakukan tendangan keras ke arah tubuh bagian atas pemain lawan, bahkan nyaris mengenai kepala bagian belakang.
Gerakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena menyerupai teknik bela diri, hingga membuat lawannya terjatuh di lapangan.
Situasi semakin memanas setelah insiden tersebut memicu keributan di dalam stadion.
Ketegangan diduga muncul akibat emosi pemain dan ofisial tim tuan rumah yang tak terkendali setelah hasil pertandingan tidak berpihak pada mereka.
Video rekaman aksi tersebut pun dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak netizen menyebut aksi tersebut sebagai “tendangan kungfu”, merujuk pada gaya tendangan ekstrem yang dianggap tidak mencerminkan sportivitas dalam sepak bola.
Kritik keras pun mengalir, dengan sebagian besar publik mendesak agar pihak berwenang memberikan hukuman tegas demi menjaga integritas kompetisi usia muda.
Karier Fadly Alberto Hengga kini berada di ujung tanduk. Padahal sebelumnya, ia dikenal sebagai salah satu talenta muda yang digadang-gadang menjadi masa depan sepak bola Indonesia.
Pemain ini bahkan sempat memperkuat Timnas Indonesia U-20 dalam pemusatan latihan di Surabaya sebagai persiapan menuju kualifikasi Piala Asia.
Tak hanya itu, rekam jejaknya juga cukup menjanjikan, termasuk saat mencetak gol ke gawang Honduras di ajang Piala Dunia U-17.
Namun, insiden ini berpotensi menjadi titik balik negatif dalam perjalanan kariernya jika tidak ditangani dengan bijak.
Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan PSSI melalui Komite Disiplin. Jika terbukti melanggar aturan secara serius.
Fadly terancam menerima sanksi berat yang bisa berdampak panjang, termasuk peluangnya kembali memperkuat tim nasional di masa depan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pembinaan pemain muda tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga sikap, kedisiplinan, dan nilai sportivitas di atas lapangan. Tanpa itu, potensi besar sekalipun bisa sirna dalam sekejap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






