Kisah Sejarah! Gapura Wringin Lawang: Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit yang Masih Kokoh Hingga Kini!

JATENG.AKURAT.CO, Gapura Wringin Lawang, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.
Bangunan ini sering dianggap sebagai simbol kebesaran kerajaan terbesar di Nusantara tersebut. Yuk, simak ulasan lengkapnya!
Sejarah dan Makna Nama Wringin Lawang
Nama Wringin Lawang memiliki arti "pintu beringin". Hal ini merujuk pada cerita turun-temurun yang menyebutkan bahwa dahulu terdapat dua pohon beringin yang mengapit bangunan gapura ini.
Gapura ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi dan menjadi salah satu peninggalan arkeologi terpenting dari era Majapahit.
Arsitektur yang Megah
Gapura Wringin Lawang terbuat dari bata merah dengan gaya arsitektur candi bentar, yaitu gapura yang tidak memiliki atap dan terbelah menjadi dua bagian simetris.
Jika kedua bagian ini disatukan, akan membentuk sebuah bangunan utuh.
Tinggi gapura ini mencapai 15,5 meter, atau setara dengan 9-10 kali tinggi orang dewasa, dengan luas dasar bangunan 13 x 11 meter.
Meskipun sebagian struktur aslinya telah runtuh, terutama di sisi utara dan puncak gapura, upaya restorasi telah dilakukan sekitar tahun 1990 untuk mengembalikan keutuhan bangunan ini.
Fungsi Gapura Wringin Lawang
Para ahli menduga bahwa Gapura Wringin Lawang berfungsi sebagai pintu masuk menuju kompleks penting pada masa Kerajaan Majapahit.
Beberapa teori menyebutkan bahwa kompleks ini mungkin merupakan ibu kota kerajaan, area tempat suci, atau bahkan kediaman Mahapatih Gajah Mada.
Temuan Arkeologi yang Menarik
Ekskavasi arkeologi di sekitar Gapura Wringin Lawang telah menghasilkan berbagai temuan artefak dan struktur bangunan kuno.
Temuan-temuan ini memberikan petunjuk penting tentang kehidupan dan peradaban pada era Kerajaan Majapahit.
Meskipun lokasi pasti ibu kota Majapahit masih menjadi perdebatan, Trowulan diyakini sebagai kawasan yang paling memungkinkan.
Warisan Arsitektur yang Mempengaruhi Bali
Gaya arsitektur candi bentar yang digunakan pada Gapura Wringin Lawang juga banyak ditemukan pada bangunan-bangunan di Bali.
Hal ini menunjukkan pengaruh kuat kebudayaan Majapahit yang menyebar hingga ke pulau dewata.
Kenapa Harus Mengunjungi Gapura Wringin Lawang?
- Nilai Sejarah Tinggi: Sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit, gapura ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
- Arsitektur Megah: Desain bangunan yang unik dan megah menjadi daya tarik utama.
- Lokasi Strategis: Terletak di Trowulan, kawasan yang kaya akan peninggalan sejarah Majapahit.
Jadi, bagi kamu yang tertarik dengan sejarah dan budaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Gapura Wringin Lawang.
Jelajahi jejak kejayaan Kerajaan Majapahit dan nikmati pesona arsitektur kuno yang masih kokoh hingga kini!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 8Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 9Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










