Jateng

Kisah Sejarah! Gapura Wringin Lawang: Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit yang Masih Kokoh Hingga Kini!

Theo Adi Pratama | 8 Maret 2025, 08:30 WIB
Kisah Sejarah! Gapura Wringin Lawang: Jejak Kejayaan Kerajaan Majapahit yang Masih Kokoh Hingga Kini!

JATENG.AKURAT.CO, Gapura Wringin Lawang, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.

Bangunan ini sering dianggap sebagai simbol kebesaran kerajaan terbesar di Nusantara tersebut. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Sejarah dan Makna Nama Wringin Lawang

Nama Wringin Lawang memiliki arti "pintu beringin". Hal ini merujuk pada cerita turun-temurun yang menyebutkan bahwa dahulu terdapat dua pohon beringin yang mengapit bangunan gapura ini.

Gapura ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi dan menjadi salah satu peninggalan arkeologi terpenting dari era Majapahit.

Arsitektur yang Megah

Gapura Wringin Lawang terbuat dari bata merah dengan gaya arsitektur candi bentar, yaitu gapura yang tidak memiliki atap dan terbelah menjadi dua bagian simetris.

Jika kedua bagian ini disatukan, akan membentuk sebuah bangunan utuh.

Tinggi gapura ini mencapai 15,5 meter, atau setara dengan 9-10 kali tinggi orang dewasa, dengan luas dasar bangunan 13 x 11 meter.

Meskipun sebagian struktur aslinya telah runtuh, terutama di sisi utara dan puncak gapura, upaya restorasi telah dilakukan sekitar tahun 1990 untuk mengembalikan keutuhan bangunan ini.

Fungsi Gapura Wringin Lawang

Para ahli menduga bahwa Gapura Wringin Lawang berfungsi sebagai pintu masuk menuju kompleks penting pada masa Kerajaan Majapahit.

Beberapa teori menyebutkan bahwa kompleks ini mungkin merupakan ibu kota kerajaan, area tempat suci, atau bahkan kediaman Mahapatih Gajah Mada.

Temuan Arkeologi yang Menarik

Ekskavasi arkeologi di sekitar Gapura Wringin Lawang telah menghasilkan berbagai temuan artefak dan struktur bangunan kuno.

Temuan-temuan ini memberikan petunjuk penting tentang kehidupan dan peradaban pada era Kerajaan Majapahit.

Meskipun lokasi pasti ibu kota Majapahit masih menjadi perdebatan, Trowulan diyakini sebagai kawasan yang paling memungkinkan.

Warisan Arsitektur yang Mempengaruhi Bali

Gaya arsitektur candi bentar yang digunakan pada Gapura Wringin Lawang juga banyak ditemukan pada bangunan-bangunan di Bali.

Hal ini menunjukkan pengaruh kuat kebudayaan Majapahit yang menyebar hingga ke pulau dewata.

Kenapa Harus Mengunjungi Gapura Wringin Lawang?

  • Nilai Sejarah Tinggi: Sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit, gapura ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
  • Arsitektur Megah: Desain bangunan yang unik dan megah menjadi daya tarik utama.
  • Lokasi Strategis: Terletak di Trowulan, kawasan yang kaya akan peninggalan sejarah Majapahit.

Jadi, bagi kamu yang tertarik dengan sejarah dan budaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Gapura Wringin Lawang.

Jelajahi jejak kejayaan Kerajaan Majapahit dan nikmati pesona arsitektur kuno yang masih kokoh hingga kini!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.