Menyibak Sejarah dan Fakta Unik Kantor Pegadaian Tempel: Sebuah Warisan Arsitektur Peninggalan Kolonial Belanda di Sleman, Yogyakarta

JATENG.AKURAT.CO, Kantor Pegadaian Tempel, yang terletak di Dusun Lodoyong, Kelurahan Lumbungrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, memiliki sejarah panjang dan menarik.
Berikut adalah beberapa fakta unik tentang Kantor Pegadaian Tempel:
Pendirian dan Peran
Kantor Pegadaian Tempel dibangun pada tahun 1913-1914 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) untuk melayani kereta api uap (trem).
Pada masa Hindia Belanda, pegadaian di Tempel memungkinkan masyarakat mendapatkan uang tunai dengan menggadaikan barang-barang seperti batik, keris, perhiasan, dan barang pecah belah.
Selama masa Jepang dan kemerdekaan, bangunan ini digunakan sebagai tempat persembunyian bagi pejuang-pejuang republik.
Monopoli dan Pengawasan Swapraja
Kantor Pegadaian Tempel sempat dimonopoli oleh pihak Belanda setelah keluarnya Staddsblad 1914 No. 794.
Pada masa penjajahan Jepang, kantor ini berada di bawah pengawasan swapraja, yang berarti kantor pegadaian pusat tidak memiliki hak terhadap urusan pegadaian daerah.
Arsitektur Tradisional Jawa
Bangunan kompleks Kantor Pegadaian Tempel menampilkan ciri arsitektur tradisional Jawa dengan pengaruh gaya arsitektur Indis.
Atap rumah dinas menggunakan model limasan, sementara atap kantor pegadaian mengadopsi tipe kampung.
Penutup atap menggunakan genteng model vlaam.
Gaya bangunan yang tinggi menandakan pengaruh arsitektur Indis.
Keadaan Saat Ini
Sayangnya, sebagian besar bangunan kompleks kantor pegadaian tidak terpakai dan terkesan kurang terawat.
Kantor pelayanan kini menggunakan bangunan bekas rumah dinas kepala pegadaian.
Kantor Pegadaian Tempel menjadi bagian dari sejarah dan budaya Sleman yang patut dijaga dan dihormati.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










