Jateng

Balai Desa Sidoluhur di Jogja Ini Punya Arsitektur Unik dan Menyimpan Rahasia Budaya Jawa!

Theo Adi Pratama | 27 Agustus 2025, 13:25 WIB
Balai Desa Sidoluhur di Jogja Ini Punya Arsitektur Unik dan Menyimpan Rahasia Budaya Jawa!

JATENG.AKURAT.CO, Jika kamu sedang berada di sekitar Sleman, Yogyakarta, coba perhatikan salah satu bangunan Balai Desa yang ikonik: Kantor Balai Desa Sidoluhur.

Bangunan ini bukan sekadar kantor biasa, lho. Arsitekturnya yang kental dengan gaya tradisional Jawa menyimpan banyak detail menarik dan filosofi budaya yang mendalam.

Penasaran apa saja keunikannya? Yuk, kita bedah satu per satu!

Bangunan Unik dengan Filosofi Mendalam

Balai Desa Sidoluhur menghadap ke utara, sesuai dengan tata bangunan tradisional Jawa.

Secara garis besar, bangunan ini terbagi menjadi beberapa bagian penting: kuncungan, pendhapa, pringgitan, dalem ageng, gandhok kiwo, dan pawon.

Masing-masing bagian memiliki fungsi dan bentuk atap yang berbeda-beda, seperti atap limasan dan joglo, yang menambah kesan estetik dan kokoh pada bangunan.

Baca Juga: Balai Desa Ponjong Ini Ternyata Berdiri di Atas Tanah Sultan Ground dan Usianya Lebih dari 50 Tahun!

Pendhapa: Pusat Aktivitas Warga

Begitu masuk, kamu akan disambut oleh pendhapa yang megah. Bagian ini memiliki atap joglo dan ditopang oleh tiang-tiang kayu.

Di sinilah sering diadakan pertemuan warga atau acara-acara penting.

Kamu akan menemukan tiang-tiang penyangga, yang disebut saka guru dan saka penanggap, yang kokoh menopang seluruh struktur.

Uniknya, di bagian pendhapa ini juga terdapat dinding kayu dan kaca di sisi timur, memberikan sentuhan modern tanpa meninggalkan kesan tradisional.

Dalem Ageng: Jantung Bangunan

Di belakang pendhapa, ada dalem ageng yang juga memiliki atap joglo. Bagian ini bisa dibilang "jantung" dari bangunan Balai Desa.

Di dalamnya, kamu bisa melihat detail arsitektur yang menawan, seperti tumpangsari dengan balok-balok kayu yang tersusun rapi.

Dindingnya yang terbuat dari kayu dan jendela-jendela kecil menambah kesan hangat pada ruangan ini.

Dari Dapur hingga Ruang Ibadah

Balai Desa ini juga punya bagian lain yang tak kalah penting. Di sisi barat, ada gandhok kiwo yang sekarang sudah ditambahkan bangunan baru yang berfungsi sebagai garasi dan ruang ibadah.

Di belakangnya, terdapat pawon atau dapur, lengkap dengan sumur dan selasar yang menghubungkan ruangan.

Meskipun sudah mengalami beberapa penambahan dan perubahan, Balai Desa Sidoluhur tetap mempertahankan keindahan dan kekhasan arsitektur tradisional Jawa.

Setiap sudut bangunan seakan menceritakan kembali sejarah dan kearifan lokal yang patut kita lestarikan.

Gimana, jadi makin tertarik kan sama arsitektur tradisional? Yuk, mampir ke Balai Desa Sidoluhur saat kamu berkunjung ke Yogyakarta!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.