Jateng

Jelajahi Keindahan Sejarah dan Arsitektur di Asrama Margoyuwono, Yogyakarta: Temukan Fakta Unik dari Bangunan Tradisional yang Masih Bertahan

Theo Adi Pratama | 2 Mei 2024, 12:22 WIB
Jelajahi Keindahan Sejarah dan Arsitektur di Asrama Margoyuwono, Yogyakarta: Temukan Fakta Unik dari Bangunan Tradisional yang Masih Bertahan

JATENG.AKURAT.CO, Asrama Margoyuwono, yang terletak di Jl. Langensari Lor No. 11, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, memiliki sejarah panjang dan keunikan tersendiri.

Berikut adalah beberapa fakta unik dan menarik tentang Asrama Margoyuwono:

Baca Juga: Fakta Unik Seputar Omah Demamit: Sebuah Jejak Sejarah dan Arsitektur Kuno dengan Wujud Bangunan yang Unik

Pendirian dan Nama

Asrama Margoyuwono dibangun pada tahun 1942 dan ditempati pada tahun 1943 oleh keluarga Haji Muhammad Jubair Prawiro Yuwono, seorang pegusaha batik sukses.

Nama “Asrama Margoyuwono” diambil dari prasasti yang terdapat pada dindingnya, yang berbunyi “Asrama Margoyuwono PJ 1896.”

Arsitektur Tradisional Jawa

Asrama ini memiliki ciri arsitektur tradisional Jawa.

Fasad bangunan menghadap ke selatan dan dilengkapi dengan gandhok kiri.

Komponen bangunan seperti pintu, ventilasi, jendela, tiang, lantai, plafon, dan atap masih asli, meskipun telah mengalami renovasi skala kecil.

Baca Juga: Menyibak Sejarah dan Fakta Unik Kantor Pegadaian Tempel: Sebuah Warisan Arsitektur Peninggalan Kolonial Belanda di Sleman, Yogyakarta

Ornamen dan Keindahan Bangunan

Bangunan ini dominan berwarna putih dan hijau dengan ornamen stiliran flora serta ragam geometris.

Konstruksi bangunan melibatkan atap berbentuk limasan dengan rangka berbahan kayu jati, lantai traso, dan dinding tembok.

Perjalanan Sejarah Kepemilikan

Asrama Margoyuwono pernah ditempati oleh berbagai pemilik, termasuk R.H. Bilal dan keluarga.

Hak kepemilikan kemudian dialihkan kepada Hj. Sitti Suparni Pradipto sebagai ahli waris.

Baca Juga: Sejarah Eks Stasiun Tempel: Membongkar 4 Fakta Unik Jejak Rel Kereta Api yang Merupakan Bekas Bangunan Kolonial Belanda

Asrama Margoyuwono menjadi bagian dari warisan budaya dan sejarah Yogyakarta yang patut dijaga dan dihormati.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.