F1 Kebut Perubahan Aturan di Miami: Ben Sulayem Sebut Diskusi Konstruktif, Russell Optimistis

JATENG.AKURAT.CO, Ajang balap jet darat paling bergengsi, Formula 1, tengah bersiap menyambut kembali hadirnya Grand Prix Miami pada awal Mei mendatang.
Namun, di balik gemuruh mesin yang akan segera terdengar, ada kabar yang tak kalah menarik dari ruang rapat para petinggi.
Selama jeda panjang balapan yang disebabkan oleh pembatalan seri Bahrain dan Arab Saudi akibat perang Iran, para pemangku kepentingan F1 justru sibuk menggelar serangkaian pertemuan intensif.
Tujuannya satu: membahas dan memperbaiki regulasi anyar musim 2026 yang menuai banyak kritik, terutama terkait sistem manajemen energi.
FIA selaku induk organisasi tak tinggal diam. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, baru saja mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan sekaligus melegakan para penggemar.
Ia mengakui bahwa masukan dari para pembalap sangat berharga ("invaluable input") dalam proses perumusan perubahan aturan ini.
Pertemuan kunci yang melibatkan CEO F1, para kepala tim, dan perwakilan pabrikan mesin dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin (20/4/2026), dengan harapan dapat mencapai kesepakatan final.
Masukan Pembalap: Kualifikasi Flat-Out dan Kurangi Kecepatan Tutup
Salah satu suara paling lantang dalam proses ini datang dari pembalap Mercedes, George Russell.
Tak hanya sebagai pembalap, ia juga menjabat sebagai direktur Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA).
Russell secara terbuka membeberkan dua poin utama yang menjadi keluhan utama para pembalap.
"Menurut saya, ada dua poin utama yang menjadi sorotan: pertama, kualifikasi yang flat-out alias tanpa lift and coast, dan kedua, mengurangi kecepatan tutup (closing speeds)," ujar Russell.
Ia juga menyoroti insiden nahas yang menimpa pembalap Haas, Oliver Bearman, di Jepang sebagai contoh nyata betapa berbahayanya perbedaan kecepatan yang ekstrem di lintasan.
Russell menjelaskan, "Kecepatan tutup dalam kecelakaan Bearman dan Colapinto berasal dari dua faktor. Bearman sedang menggunakan tombol boost-nya dengan tenaga 350kW, sementara Colapinto kehabisan baterai dan kekurangan tenaga. Perbedaan besar inilah yang menyebabkan insiden tersebut."
Ia menegaskan, FIA sangat menyadari masalah ini, dan para pembalap sepakat untuk mencari solusi mengurangi kecepatan tutup di area-area abnormal, terutama di tikungan yang bukan merupakan zona Straight Mode (SM).
"Buah Matang" yang Siap Dipetik: Super Clip 350kW
Meskipun ada unsur kompromi, Russell optimistis ada beberapa "buah matang" (low-hanging fruit) yang bisa segera diterapkan.
Salah satunya adalah meningkatkan batas "super clipping" dari 250kW menjadi 350kW.
Super clipping adalah proses di mana sistem hybrid dapat memulihkan energi saat pembalap menginjak pedal gas penuh.
Dengan peningkatan ini, pembalap tak perlu terlalu sering melakukan lift and coast untuk menghemat baterai, sehingga gaya mengemudi di kualifikasi bisa lebih flat-out dan menarik untuk ditonton.
Russell meyakini perubahan kecil ini akan berdampak besar pada pengalaman mengemudi para pembalap.
"Ini adalah hal yang masuk akal untuk dilakukan dan akan mengurangi banyak lift and coast," tambahnya.
Proses dan Target: Perubahan Segera Hadir di Miami
Kabar baiknya, proses perubahan ini bergerak cepat. CEO F1, Stefano Domenicali, mengonfirmasi bahwa perubahan aturan direncanakan akan mulai diberlakukan saat F1 kembali bergulir di Miami pada akhir pekan pertama bulan Mei.
Setelah pertemuan kunci hari ini, proposal final akan diajukan untuk diadakan pemungutan suara elektronik oleh Dewan Olahraga Motor Dunia (WMSC) FIA.
Dengan perubahan yang dijanjikan ini, para penggemar berharap dapat menyaksikan balapan yang tidak hanya aman, tetapi juga lebih kompetitif dan spektakuler.
Kini, tinggal menunggu keputusan final dari para pemangku kepentingan F1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






