"Saya Akan Selalu Berterima Kasih": Jorge Martin Mengakui Jasa Marc Marquez di Balik Kebangkitannya

JATENG.AKURAT.CO, Akhir pekan ini, sirkuit Jerez akan menjadi saksi dari ketangguhan Jorge Martin.
Pembalap Aprilia tersebut memulai gelaran MotoGP Spanyol dengan kepercayaan diri yang tinggi, meski ia harus mengakui bahwa lintasan ini bukanlah favoritnya.
Namun, di balik senyum dan target realistisnya untuk finis lima besar, tersimpan sebuah cerita pilu tentang kebangkitan yang tak lepas dari bantuan rival terberatnya: Marc Marquez.
Musim 2025 adalah neraka bagi Martin. Rentetan cedera parah membuatnya harus absen di 14 seri.
Puncaknya adalah kecelakaan di MotoGP Jepang di Motegi yang mengakibatkan fraktur terbuka pada tulang selangka kanannya.
Operasi perbaikan pun dilakukan, tetapi ketika ia kembali ke lintasan di Valencia, ia merasakan ada yang tidak beres.
Setelah pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa cederanya tidak kunjung sembuh dengan sempurna dan ia harus menjalani operasi lanjutan pada Desember 2025.
Di saat kebingungan dan ketidakpastian menghantui, Jorge Martin mengambil sebuah langkah yang tidak biasa: ia menelepon Marc Marquez. “Saat saya ragu dan punya beberapa pilihan dokter bedah, dia memberi saya nasihat. Dia memberi tahu saya siapa yang menurutnya terbaik, dan saya mengikutinya,” kenang Martin, seperti dilansir dari Marca.
Martin pun menjalani operasi kompleks yang melibatkan cangkok tulang panggul untuk memperbaiki cederanya.
Operasi ini ditangani oleh Dr. Ignacio Roger de Ona, dokter yang sama yang selama ini menangani cedera Marquez.
Keputusan itu terbukti tepat. Meski harus melewatkan tes pramusim pertama di Sepang, Martin pulih dengan cepat.
Ia memulai musim 2026 dengan finis keempat dan kelima di Buriram, Thailand.
Perlahan tapi pasti, ia kembali ke jalur kemenangan. Hasil double podium di Brasil dan kemenangan di sprint race serta posisi kedua di GP Amerika Serikat (COTA) menjadi bukti nyata kebangkitannya.
Kini, Martin duduk manis di posisi kedua klasemen sementara dengan 77 poin, hanya terpaut empat angka dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memuncaki klasemen.
Aprilia pun tampil dominan dengan memimpin klasemen pembalap, tim, dan konstruktor.
Namun, Martin memilih untuk tetap rendah hati. “Ini adalah mimpi yang terlalu dini saat ini,” ujarnya menanggapi peluang gelar juara dunia.
“Jelas kita semua di sini untuk menang… Tapi setelah apa yang saya alami, memikirkan tentang gelar juara dunia sedikit terlalu prematur,” katanya.
Jorge Martin saat ini memegang posisi kedua klasemen sementara dengan torehan 77 poin, hanya terpaut empat angka dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang berada di puncak.
Meski Aprilia tampil dominan, Martin tetap rendah hati dan memilih fokus pada setiap balapan.
Menghadapi MotoGP Spanyol di Jerez, Martin tak mau ambil pusing. Trek ini bukanlah favoritnya, dan ia belum pernah finis di Grand Prix di kelas mana pun di sirkuit ini. “Jerez akan menjadi trek yang sulit bagi saya dan bagi Aprilia,” akunya.
Targetnya realistis: finis lima besar. “Saya sangat senang balapan di sana, meskipun itu bukan keahlian saya… Target saya adalah bertarung untuk finis lima besar. Jika sesuatu yang lebih baik datang, saya akan menyambutnya. Jika kami bisa bertarung untuk podium, itu akan luar biasa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






