Jateng

SMA Negeri 1 Comal Bersama Magang Kependidikan UPGRIS Wujudkan Satuan Pendidikan Tangguh Kesiapsiagaan Bencana

Arixc Ardana | 13 April 2026, 10:03 WIB
SMA Negeri 1 Comal Bersama Magang Kependidikan UPGRIS Wujudkan Satuan Pendidikan Tangguh Kesiapsiagaan Bencana

JATENG.AKURAT.CO, Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan responsif terhadap risiko bencana terus dilakukan oleh SMA Negeri 1 Comal.

Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sekolah ini menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang terencana, terukur, dan melibatkan seluruh elemen warga sekolah.

Program ini tidak berjalan sendiri. Kehadiran tim Magang Kependidikan dari Universitas PGRI Semarang menjadi penguat dalam implementasi berbagai kegiatan edukatif dan praktis.

Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan yang lebih segar dan inovatif dalam menanamkan kesadaran kebencanaan di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana pada 23 Februari 2026 di aula sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sosialisasi tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dirancang sebagai forum interaktif.

Guru, siswa, serta tim magang terlibat aktif dalam diskusi untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang ada di lingkungan sekolah.

Mulai dari kondisi bangunan hingga faktor lingkungan sekitar, semuanya dikaji secara bersama.

Koordinator SPAB, Zulfa Izzati Prisanto, menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam keberhasilan program ini.

Ia mengatakan, “Kami ingin seluruh warga sekolah merasa memiliki program ini. Dengan keterlibatan langsung, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap bertindak ketika situasi darurat benar benar terjadi.”

Dalam kegiatan tersebut, pemetaan zona aman menjadi salah satu fokus utama. Jalur evakuasi ditentukan secara jelas dan disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah.

Titik kumpul juga ditetapkan sebagai pusat koordinasi yang berfungsi untuk memastikan seluruh individu dapat terdata dan terlindungi saat bencana terjadi.

Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Siswa dan guru dibekali pemahaman tentang cara merespons situasi darurat dengan tenang dan terorganisir.

Hal ini dinilai penting untuk mencegah kepanikan yang dapat memperburuk kondisi.

Hasil dari sosialisasi tersebut adalah tersusunnya draft prosedur tetap penanggulangan bencana yang aplikatif.

Dokumen ini menjadi pedoman resmi yang akan digunakan dalam setiap simulasi maupun kondisi darurat yang sebenarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pada 2 April 2026, SMA Negeri 1 Comal menggelar kegiatan pembuatan video mitigasi bencana banjir.

Kegiatan ini menjadi inovasi dalam metode edukasi dengan memanfaatkan media visual sebagai sarana pembelajaran.

Ketua tim magang, Mochammad Hafiidz Misbahudin, menjelaskan bahwa penggunaan video dipilih karena lebih efektif dalam menyampaikan pesan.

Ia menyampaikan, “Melalui media visual, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana langkah langkah mitigasi dilakukan. Ini membuat pembelajaran menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.”

Dalam proses produksinya, siswa dilibatkan secara aktif sebagai pemeran dalam simulasi penanganan bencana banjir. Mereka mempraktikkan berbagai prosedur mulai dari deteksi dini hingga evakuasi.

Video tersebut menggambarkan situasi ketika terjadi peningkatan debit air.

Siswa diperagakan untuk mengenali tanda tanda awal sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Informasi kemudian disampaikan secara cepat kepada seluruh warga sekolah agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan.

Selain itu, simulasi juga menampilkan upaya penyelamatan aset penting sekolah. Dokumen dan peralatan elektronik dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi guna mengurangi risiko kerusakan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk meminimalkan kerugian material.

Proses evakuasi dilakukan secara tertib dengan memperhatikan keselamatan.

Siswa diarahkan untuk menghindari area berbahaya seperti instalasi listrik dan bergerak menuju zona aman yang telah ditentukan.

Kedisiplinan dalam mengikuti jalur evakuasi menjadi kunci dalam memastikan proses berjalan lancar.

Koordinator SPAB menekankan bahwa keberhasilan program ini terletak pada konsistensi dalam pelaksanaan.

“Edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya sekali, tetapi harus terus diulang dan diperkuat agar menjadi kebiasaan,” ujar Zulfa.

Sementara itu, Mochammad Hafiidz Misbahudin menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi tim magang.

“Kami belajar bagaimana mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan. Ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membangun sistem yang melindungi banyak orang,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua bulan ini menjadi bukti nyata bahwa SMA Negeri 1 Comal tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik.

Sekolah juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.