Perang Dingin MOBA di Thailand: Bagaimana Moonton Gigit Pangsa Pasar Garena Lewat Event & Liga MSL

JATENG.AKURAT.CO, Selama bertahun-tahun, Thailand dikenal sebagai benteng kokoh Arena of Valor (AoV) di Asia Tenggara.
Jika Indonesia, Malaysia, dan Filipina sudah menjadi ladang emas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Negeri Gajah Putih tetap berdiri sebagai kubu setia pesaing di bawah naungan Garena.
Namun, memasuki tahun 2026, angin perubahan bertiup kencang. Moonton, pengembang MLBB, yang sebelumnya berhati-hati, kini melancarkan serangan terstruktur dan masif.
Memanfaatkan situasi ketika AoV sedang kehilangan identitas, komunitasnya tidak dihiraukan, dan sejumlah masalah internal, Moonton datang dengan agenda besar.
Mulai dari event dan promo beranggaran tinggi yang terang-terangan menyentil AoV, hingga pembangunan infrastruktur esports, semuanya dilakukan untuk mengikis dominasi Garena.
Pertanyaannya, apakah strategi "menggigit tuan rumah" ini berhasil menggeser posisi AoV? Mari kita bedah kondisi terkini pertempuran dua game MOBA raksasa ini di Thailand.
Strategi Moonton Menyerang di Saat yang Tepat
Memasuki tahun 2026, Moonton menggenjot ekspansinya di Thailand.
Bukan tanpa alasan, negara ini memiliki Average Revenue Per User (ARPU) tertinggi di Asia Tenggara, di mana rata-rata pemain bisa menghabiskan hingga sekitar Rp6 juta per tahun untuk game.
Mereka tidak hanya datang dengan janji kosong, tetapi langsung dengan langkah kongkret: menjadikan Bangkok sebagai tuan rumah Wild Card M8 World Championship dan meluncurkan liga profesional MLBB Super League (MSL) Thailand.
Lebih dari sekadar ekspansi, Moonton membangun fondasi dari akar rumput hingga level kompetisi global.
Langkah ini didukung oleh investasi besar untuk memberdayakan kreator lokal, termasuk dana lebih dari 20 juta Baht untuk para pembuat konten.
Hasilnya, pada Oktober 2025, MLBB berhasil mendominasi seluruh tangga lagu game di Thailand, membuktikan popularitas dan keterlibatan pemain yang luar biasa.
Statistik Pemain: Download Meroket, Pendapatan Menyusul
Dari segi jumlah unduhan, serangan Moonton membuahkan hasil.
Thailand kini menempati peringkat ke-4 dunia sebagai negara dengan unduhan MLBB terbanyak, menandakan bahwa basis pemainnya telah solid.
Namun, yang menarik adalah dari segi pendapatan, Thailand belum masuk ke angka yang signifikan jika dibandingkan dengan Indonesia atau Filipina.
Ini bisa diartikan bahwa Moonton saat ini masih dalam fase investasi dan membangun ekosistem, bukan mengejar keuntungan jangka pendek.
Kunci Sukses: Lokalisasi Mendalam
Kesalahan yang sering dilakukan pengembang game adalah memperlakukan semua pasar dengan pendekatan yang sama. Moonton tidak melakukan itu.
Mereka memahami bahwa setiap negara punya gaya bermain dan budaya yang berbeda. Kunci utama strategi mereka di Thailand adalah lokalisasi yang mendalam.
Moonton menggandeng kreator paling berpengaruh di Thailand, GuyNgid, yang memiliki lebih dari 9 juta pengikut di berbagai platform.
GuyNgid tidak hanya dijadikan brand ambassador, tetapi sebagai mitra strategi regional yang terlibat langsung dalam pengembangan konten, strategi promosi, dan keterlibatan komunitas.
Pendekatan ini memungkinkan MLBB menciptakan pengalaman yang autentik dan terasa "lokal" bagi pemain Thailand, tanpa meninggalkan standar globalnya.
Geliat E-sport: MSL vs RPL
Di ranah esports, keseriusan Moonton terlihat jelas. MSL Thailand, yang resmi diluncurkan pada 18 April 2026, telah menarik organisasi-organisasi besar untuk berpartisipasi.
Moonton juga menggunakan strategi cerdik dengan menyiarkan langsung MSL di semua channel mereka, termasuk channel Indonesia dan Filipina, sehingga angka penonton terlihat besar karena ditarik dari negara SEA lain.
Di sisi lain, liga AoV, RoV Pro League (RPL), justru menunjukkan tren penurunan.
Meski grand final RPL musim panas 2026 masih mampu menembus angka 205.855 penonton, angka ini merupakan yang terendah dalam dua tahun terakhir.
Absennya tim-tim besar dan legendaris seperti Bacon Time dan Talon Esports dari babak gugur menjadi salah satu penyebab turunnya minat penonton.
Analisis: Moonton Tidak Melawan HoK, Tapi "Menikam" AoV
Salah satu langkah paling cerdik dari Moonton adalah pilihan medan perangnya.
Di kancah global, Honor of Kings (HoK) adalah kompetitor berat MLBB.
Namun, alih-alih menyerang HoK secara langsung, Moonton memilih untuk menyerang "game yang dilepas oleh Tencent", yaitu AoV, di negara-negara yang komunitasnya mulai merasa diabaikan.
Saat Tencent fokus mengembangkan HoK Global dan memberikan harapan palsu pada AoV, Moonton hadir sebagai "penyelamat" yang menawarkan opsi baru yang segar.
Thailand menjadi korban sekaligus saksi dari strategi jitu ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






