Jateng

Drama Perebutan Tiket Liga Champions di Serie A Italia: Como Kokoh di Puncak, Roma dan Juventus Membayangi

Theo Adi Pratama | 16 Maret 2026, 04:27 WIB
Drama Perebutan Tiket Liga Champions di Serie A Italia: Como Kokoh di Puncak, Roma dan Juventus Membayangi

JATENG.AKURAT.CO, Persaingan menuju Liga Champions musim depan di Serie A memasuki babak yang paling krusial dan menegangkan.

Bukan Napoli, Inter, atau Milan yang menjadi sorotan, melainkan pertarungan sengit tiga tim di papan atas untuk memperebutkan satu tiket tersisa menuju kompetisi elit Eropa.

Como, tim kejutan asuhan Cesc Fàbregas, saat ini duduk manis di peringkat keempat setelah sukses memenangkan laga hidup-mati melawan AS Roma.

Namun, bayang-bayang Juventus dan Roma yang terus menguntit membuat delapan pekan terakhir musim ini diprediksi akan berlangsung dramatis.

Kemenangan Krusial di Sinigaglia

Laga pekan ke-29 yang mempertemukan Como dan Roma di Stadio Giuseppe Sinigaglia berubah menjadi penentu arah persaingan.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Como tampil trengginas. Gol tunggal Diego Carlos pada menit ke-80, memanfaatkan kemelut di kotak penalti, memastikan kemenangan 1-0 bagi tim tuan rumah .

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Roma asuhan Gian Piero Gasperini.

Pasalnya, ini adalah kekalahan kedua beruntun Giallorossi setelah sebelumnya takluk dari Genoa.

Akibatnya, Roma yang datang dengan modal 51 poin, harus tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 51 poin juga, tetapi kalah head-to-head dari Como .

Sementara itu, di laga lain, Juventus berhasil memanfaatkan situasi dengan sempurna.

Bertandang ke markas Udinese, Jérémie Boga menjadi pahlawan kemenangan Bianconeri berkat gol tunggalnya.

Hasil ini membawa pasukan Luciano Spalletti melesat ke posisi keempat dengan 52 poin, sebelum akhirnya disalip oleh Como yang mengoleksi 54 poin usai pertandingan tunda .

Klasemen Terkini dan Peluang dari Opta

Dengan hasil tersebut, peta persaingan empat besar Serie A musim 2025-26 kian menarik. Napoli kukuh di posisi ketiga dengan 59 poin, unggul lima angka dari Como di peringkat keempat.

Namun, yang terpenting, persaingan memperebutkan posisi keempat—yang diprediksi akan menjadi tiket terakhir Liga Champions mengingat koefisien UEFA Italia—hanya melibatkan tiga tim ini.

Menurut simulasi superkomputer Opta, Como kini keluar sebagai tim terfavorit untuk mengamankan posisi keempat dengan probabilitas 38,3%.

Di belakangnya, Juventus yang sedang dalam tren positif di bawah Spalletti (mengoleksi 35 poin dari 19 laga sejak kedatangannya) memiliki peluang 35,4%, sementara Roma yang jadwalnya padat akibat Liga Europa hanya diunggulkan 32,9% .

Klasemen Serie A (Pekan 29/30):
4. Como – 54 poin (dari 30 laga)
5. Juventus – 53 poin (dari 30 laga)
6. AS Roma – 51 poin (dari 29 laga) * *

Perbandingan Sisa Jadwal: Keuntungan dan Jebakan

Kunci dari persaingan ini tidak hanya terletak pada kualitas tim, tetapi juga pada kepadatan jadwal dan siapa lawan yang dihadapi di delapan pekan terakhir. Berikut analisisnya berdasarkan data yang ada :

Como (Poin: 54) – Keuntungan di Kandang, Ujian dari Raksasa
Tim asuhan Cesc Fàbregas memiliki modal berharga: tiga laga kandang beruntun melawan Pisa, Inter, dan Parma.

Namun, mereka juga harus menghadapi jadwal berat seperti bertandang ke markas Napoli (pekan 2-3 Mei) dan Udinese, serta leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Inter yang bisa mengganggu konsentrasi liga .

  • Laga Krusial: Vs Inter (11/12 April), Vs Napoli (2/3 Mei).

  • Definisi Risiko: Fixture congestion atau kepadatan jadwal bisa menjadi musuh terbesar Como jika mereka lolos ke final Coppa Italia.

Juventus (Poin: 53) – Fokus Penuh, Tapi Lawan Berat
Keuntungan terbesar Juventus adalah mereka telah tersingkir dari Eropa dan hanya fokus pada Serie A . Ini memungkinkan Spalletti untuk melakukan rotasi minimal dan menjaga kebugaran pemain kunci seperti Kenan Yildiz.

Namun, jadwal mereka tidak mudah. Tiga laga tandang berat melawan Atalanta, Milan, dan Torino di pekan-pekan akhir akan menjadi penentu .

  • Laga Krusial: Atalanta vs Juventus (11/12 April), Milan vs Juventus (25/26 April).

  • Kesalahan Umum: Seringkali tim yang diunggulkan justru kehilangan fokus saat melawan tim papan bawah. Laga melawan Lecce (tandang) dan Verona (kandang) harus diamankan dengan sempurna.

Roma (Poin: 51) – Beban Ganda yang Berat
Roma berada dalam situasi paling rumit. Selain mengejar ketertinggalan tiga poin dari Como, Gian Piero Gasperini juga harus memikirkan leg kedua babak 16 besar Liga Europa melawan Bologna, dan kemungkinan lolos ke perempat final.

Jika lolos, jadwal Roma akan semakin padat dengan laga kontra Inter (5 April) dan Atalanta (19 April) yang diapit oleh dua leg perempat final Eropa .

  • Laga Krusial: Inter vs Roma (5 April), Roma vs Atalanta (19 April), Derby della Capitale vs Lazio (17 Mei).

  • Definisi Manajemen Skuad: Kemampuan Gasperini untuk merotasi pemain tanpa menurunkan performa tim akan diuji di sini. Sumber daya pemain yang terbatas bisa menjadi bom waktu.

FAQ Seputar Perebutan Tiket Liga Champions Serie A

Apa yang dimaksud dengan "posisi keempat Liga Champions"?
Di Serie A, empat tim teratas klasemen akhir berhak lolos otomatis ke fase grup Liga Champions musim berikutnya. Perebutan posisi keempat (dan ketiga) menjadi krusial jika tiga besar sudah dikuasai tim-tim seperti Inter, Milan, atau Napoli.

Mengapa Roma bisa turun peringkat meski poinnya sama dengan Como?
Dalam klasemen Serie A, jika dua tim memiliki poin sama, posisi ditentukan oleh hasil head-to-head (dua pertemuan). Como unggul karena berhasil mengalahkan Roma di pertemuan pertama .

Apa risiko bermain di Liga Europa bagi perburuan Liga Champions?
Risiko utamanya adalah kelelahan pemain dan rotasi skuad. Bermain setiap tiga atau empat hari sekali (Kamis-Minggu) meningkatkan risiko cedera dan menurunkan performa tim di liga, terutama bagi tim dengan kedalaman skuad terbatas seperti Roma.

Siapa yang diuntungkan dengan sisa jadwal ini?
Juventus secara teori paling diuntungkan karena tanpa beban Eropa. Namun, mereka harus melewati rintangan berat melawan tim-tim papan atas. Como diuntungkan dengan jadwal kandang yang masih banyak, sementara Roma harus bekerja ekstra keras melawan padatnya jadwal dan tekanan psikologis.

Dengan delapan pekan tersisa, segalanya masih mungkin terjadi. Akankah pengalaman Spalletti membawa Juventus kembali ke Liga Champions?

Mampukah Gasperini membagi fokus antara Eropa dan domestik? Atau justru Fabregas yang akan mencatatkan sejarah membawa Como, tim promosi, ke pentas tertinggi Eropa? Kita tunggu drama selanjutnya di Serie A.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.