Jateng

De Rossi Buka Suara Usai Kalahkan Roma: "Saya Bahagia, Bukan karena Mereka Kalah, Tapi karena Saya Menang"

Theo Adi Pratama | 9 Maret 2026, 08:59 WIB
De Rossi Buka Suara Usai Kalahkan Roma: "Saya Bahagia, Bukan karena Mereka Kalah, Tapi karena Saya Menang"
Hasil Genoa vs AS Roma

JATENG.AKURAT.CO, Laga antara Genoa dan AS Roma di Stadio Luigi Ferraris, Senin (9/3/2026) dini hari WIB, bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini adalah reuni yang penuh emosi bagi Daniele De Rossi, legenda hidup Roma yang kini duduk di bangku pelatih Genoa.

Publik bertanya-tanya, bagaimana rasanya mengalahkan klub yang telah membesarkan namanya, klub yang pernah ia kapteni dan latih? Jawaban De Rossi setelah laga pun menjadi sorotan.

Ia mengaku tidak akan berpura-pura merasa bersalah atas kemenangan timnya, sekaligus menegaskan bahwa kebahagiaannya murni karena kemenangan Genoa, bukan karena kekalahan Roma.

Genoa sendiri berhasil menundukkan tamunya dengan skor 2-1 berkat gol Junior Messias melalui penalti dan gol telat Vitinha.

Baca Juga: Lamine Yamal Cetak Gol ke-50 di Usia 18 Tahun, Lampaui Messi dan Ronaldo

"Saya Bahagia, Bukan karena Roma Kalah, Tapi karena Saya Menang"

Dalam wawancara dengan DAZN usai pertandingan, De Rossi berbicara blak-blakan mengenai perasaannya.

Ia sadar sepenuhnya bahwa menjadi pelatih berarti suatu saat harus berhadapan dengan mantan tim yang dicintainya.

"Jika Anda memutuskan menjalani pekerjaan ini, Anda harus tahu bahwa cepat atau lambat akan menghadapi Roma," ujarnya .

"Saya tidak ingin meremehkan atau mengatakan bahwa saya tidak peduli mereka kecewa, tetapi saya juga tidak ingin mencari pembenaran atau berpura-pura merasa bersalah. Saya bahagia, bukan karena Roma kalah, tetapi karena saya menang," tegas pelatih berusia 42 tahun itu.

Ia bahkan menyebut bahwa situasi seperti ini akan terus menjadi takdirnya selama masih berkarier sebagai pelatih.

"Ini akan menjadi nasib saya sampai suatu hari nanti saya berharap Roma bisa memenangkan 38 pertandingan dalam satu musim. Itu adalah target dan mimpi banyak orang. Mungkin suatu hari itu akan terjadi," tambahnya .

Genoa, Klub yang Membuatnya Seperti di Rumah

Meski harus berhadapan dengan Roma, De Rossi mengaku menemukan kenyamanan baru di Genoa.

Atmosfer klub dan dukungan suporter disebutnya mengingatkan pada masa-masa indahnya di ibu kota.

"Jika saya harus memikirkan tim yang mirip dengan Roma, yang membuat saya merasa seperti di rumah, dengan para suporter yang serupa dalam sisi baik maupun buruk, itu adalah tempat saya sekarang. Dan saya sangat menyukainya," kata De Rossi penuh makna .

Ia juga melontarkan pujian tinggi kepada anak asuhnya. De Rossi menilai skuad Genoa memiliki karakter yang kuat dan beragam, memungkinkannya merotasi pemain sesuai kebutuhan pertandingan.

"Apa yang mereka berikan kepada saya lebih besar daripada apa yang saya berikan kepada mereka. Saya hanya mencoba memperlakukan mereka dengan jujur dan adil," tuturnya .

Baca Juga: Spekulasi Transfer Sirna: Robertson Putuskan Bertahan di Liverpool Meski Didekati Spurs

Jalannya Pertandingan: Drama Penalti dan Gol Penentu

Pertandingan berjalan alot di babak pertama. Kebuntuan baru pecah setelah turun minum.

Pada menit ke-52, Genoa mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi sempurna oleh Junior Messias, membawa tuan rumah unggul 1-0.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Roma berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Evan Ndicka memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-55 .

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Vitinha yang baru masuk sebagai pemain pengganti menjadi pahlawan.

Pada menit ke-80, ia menerima umpan dari Patrizio Masini dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Roma, Mile Svilar. Skor 2-1 bertahan hingga akhir laga .

Dampak di Klasemen

Kekalahan ini membuat AS Roma gagal masuk ke zona empat besar.

Mereka tertahan di peringkat kelima dengan 51 poin, kalah produktivitas dari Como yang berada di posisi keempat.

Sementara itu, kemenangan ini membawa Genoa naik ke peringkat ke-13 dengan koleksi 30 poin, menjauh dari zona degradasi .

FAQ Seputar Pertandingan

Q: Siapa pencetak gol dalam laga Genoa vs AS Roma?
A: Junior Messias (penalti) dan Vitinha mencetak gol untuk Genoa, sementara gol balasan Roma dicetak oleh Evan Ndicka .

Q: Bagaimana reaksi De Rossi usai pertandingan?
A: De Rossi mengaku bahagia karena timnya menang, bukan karena Roma kalah. Ia juga menegaskan tidak akan berpura-pura merasa bersalah .

Q: Apa dampak hasil ini bagi klasemen Serie A?
A: Roma gagal masuk empat besar dan tertahan di peringkat kelima dengan 51 poin. Genoa naik ke peringkat 13 dengan 30 poin .

Penutup

Kemenangan Genoa atas AS Roma menjadi catatan emosional tersendiri bagi Daniele De Rossi. Ia berhasil membawa timnya meraih tiga poin penting sekaligus membuktikan bahwa profesionalisme bisa berjalan beriringan dengan rasa hormat terhadap masa lalu.

Bagi para pemain Genoa, ini adalah bukti bahwa kerja keras mereka dihargai. Sementara bagi Roma, ini menjadi peringatan bahwa perburuan tiket Eropa masih panjang dan penuh lika-liku.

De Rossi mungkin sudah meninggalkan Roma sebagai pemain dan pelatih, tetapi malam di Luigi Ferraris itu, ia menunjukkan bahwa dirinya tetaplah seorang pejuang sejati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.