Jateng

Semarang Borong 6 Penghargaan WBTB Nasional, Warisan Budaya Jadi Daya Ungkit Wisata dan Ekonomi

Muhammad Husni Mushonifi | 22 April 2026, 21:13 WIB
Semarang Borong 6 Penghargaan WBTB Nasional, Warisan Budaya Jadi Daya Ungkit Wisata dan Ekonomi

JATENG.AKURAT.CO, Kota Semarang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memborong enam penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda Revitalisasi Ekosistem Kebudayaan Kabupaten & Kota Jawa Tengah yang digelar di The Wujil Resort pada Selasa (21/4) malam.

Mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Indriyasari hadir menerima penghargaan bergengsi tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan.

Agustina menyampaikan bahwa penetapan enam karya budaya sebagai WBTB nasional merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas masyarakat Semarang.

Ia menyebut pencapaian ini menjadi kado istimewa menjelang Hari Jadi ke-479 Kota Semarang pada 2 Mei mendatang.

Adapun enam karya budaya yang meraih predikat tersebut meliputi kuliner legendaris dan ekspresi seni khas kota, yakni Wingko Babat, Ganjel Rel, Bubur Khoja, Lam Kowan, serta seni Barongsai dan Kaligrafi China.

Keberagaman ini mencerminkan kuatnya akulturasi budaya yang telah mengakar di Semarang selama berabad-abad.

Menurut Agustina, dominasi enam penghargaan sekaligus menunjukkan bahwa ekosistem kebudayaan Semarang tumbuh secara inklusif.

Ia menilai, mulai dari kuliner tradisional hingga seni budaya, semuanya menjadi bukti harmonisasi berbagai etnis dan tradisi di kota tersebut.

Proses penetapan karya budaya ini tidak instan. Seluruhnya telah melalui tahapan riset dan verifikasi panjang untuk memastikan kelayakan sebagai warisan budaya tingkat nasional.

Capaian ini juga disebut sebagai hasil konsistensi masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Ke depan, Pemkot Semarang berharap status WBTB mampu memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Warisan budaya tidak hanya dilihat sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai potensi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pengakuan tersebut, kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan kini memiliki nilai tambah sebagai daya tarik wisata.

Semarang pun diharapkan semakin dikenal dunia sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga kaya akan keragaman budaya yang terjaga dengan baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.