Jateng

Tangis di Balik Luka, Siswi SMP Dibakar Paman Sendiri, Sempat Terhenti Berobat karena Biaya

Muhammad Husni Mushonifi | 22 April 2026, 21:11 WIB
Tangis di Balik Luka, Siswi SMP Dibakar Paman Sendiri, Sempat Terhenti Berobat karena Biaya

JATENG.AKURAT.CO, Nestapa menimpa seorang siswi kelas 2 SMP berinisial T di Tambakmulyo, Semarang Utara.

Di usia yang seharusnya dipenuhi canda dan harapan, ia justru harus berjuang melawan luka bakar akibat tindakan keji yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat begitu kabar pilu itu mencuat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melalui Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih bersama jajaran kelurahan langsung turun tangan, berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.

Baca Juga: Terbongkar! Sindikat Penyelundupan 1.727 Kendaraan Ilegal ke Timor Leste Raup Untung Rp10 Miliar

Di tengah kondisi yang memprihatinkan, terungkap bahwa korban sempat mengalami kendala serius dalam mendapatkan pengobatan.

Setelah sebelumnya dibawa ke rumah sakit swasta, T terpaksa dipulangkan oleh keluarganya karena tidak mampu menanggung biaya perawatan.

Situasi ini memperparah penderitaan korban yang seharusnya segera mendapat penanganan medis intensif.

Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang segera melakukan pendampingan dan asesmen.

Baca Juga: PTUN Menangkan Direksi PDAM Semarang 2024-2029, Muchtar Soroti Dugaan Abuse of Power Wali Kota Agustina

Dengan penuh keprihatinan, mereka akhirnya mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah K.R.M.T Wongsonegoro agar mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

“Korban ini masih di bawah umur, sehingga kami berkoordinasi dengan DP3A untuk perlindungan dan pendampingan. Kami juga memastikan korban mendapat penanganan medis secara intensif,” ujar Siwi Wahyuningsih, Rabu (22/4).

Luka bakar yang diderita T mencapai sekitar 30 persen, meliputi lengan kanan hingga punggung.

Kondisi tersebut membuatnya sangat rentan terhadap infeksi, sehingga penanganan cepat menjadi sangat krusial.

Selain itu, Dinas Sosial turut memberikan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban keluarga selama masa pemulihan yang panjang dan penuh ketidakpastian.

Kini, T harus menjalani hari-harinya di ruang perawatan dengan rasa sakit yang belum tentu bisa terhapus sepenuhnya.

Di balik perban yang menutupi tubuhnya, tersimpan luka batin yang jauh lebih dalam, luka akibat pengkhianatan dari orang terdekatnya sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.