Jateng

Momentum Hari Kartini, Telkomsel Tingkatkan Kualitas Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan

Arixc Ardana | 22 April 2026, 15:04 WIB
Momentum Hari Kartini, Telkomsel Tingkatkan Kualitas Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
General Manager Mobile Consumer Business Regional Jawa Tengah & DIY Telkomsel, Gamada

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Hari Kartini selalu menjadi momen refleksi tentang pentingnya suara, ruang, dan peran perempuan dalam membangun peradaban yang lebih inklusif.

Namun di balik makna tersebut, ada nilai universal yang tak kalah penting: kemampuan untuk mendengar.

Nilai inilah yang diangkat oleh Telkomsel dalam sebuah kegiatan yang berbeda dari biasanya.

Mengusung semangat mendekatkan diri dengan pelanggan, Telkomsel menggelar kegiatan bertajuk “Telkomsel Prestige Customers Gathering” yang berlangsung di Hotel Wahid Prime Salatiga.

Acara ini bukan sekadar ajang temu pelanggan, tetapi menjadi ruang dialog yang hangat dan terbuka antara perusahaan dan para pengguna layanannya.

Tidak semua bentuk pelayanan harus dimulai dari memberi solusi.

Terkadang, pelayanan terbaik justru dimulai dari kesediaan untuk duduk bersama dan mendengarkan.

Itulah yang terasa kuat dalam suasana acara tersebut.

Tidak ada sekat formalitas yang kaku, tidak ada jarak antara penyedia layanan dan pelanggan.

Yang ada hanyalah percakapan yang mengalir, tawa ringan di sela makan siang, alunan musik yang menghidupkan suasana, serta interaksi yang terasa tulus.

Para pelanggan yang hadir berasal dari berbagai segmen, mulai dari pengguna layanan pascabayar Kartu Halo, pelanggan prabayar seperti Simpati dan by.U, hingga pengguna IndiHome. Masing-masing datang dengan cerita dan pengalaman yang beragam.

Ada yang menyampaikan apresiasi atas kemudahan layanan yang telah dirasakan, namun tidak sedikit pula yang dengan jujur mengungkapkan kendala dan harapan untuk perbaikan ke depan.

Menariknya, seluruh cerita tersebut mendapatkan ruang yang sama.

Tidak ada yang diabaikan, tidak ada yang dianggap remeh. Semua masukan diterima sebagai bagian penting dari perjalanan Telkomsel dalam meningkatkan kualitas layanan.

General Manager Mobile Consumer Business Regional Jawa Tengah & DIY Telkomsel, Gamada, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan dalam forum tersebut bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, melainkan untuk benar-benar memahami pelanggan.

“Kami ada di sini untuk mendengar langsung experience yang dialami pelanggan, baik hal yang positif maupun hal yang kurang. Ini semua agar layanan Telkomsel lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih humanis dalam dunia layanan pelanggan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Telkomsel menunjukkan bahwa hubungan dengan pelanggan tidak semata-mata dibangun melalui jaringan dan produk, tetapi juga melalui empati dan kepercayaan.

Momentum Hari Kartini menjadi semakin relevan dalam konteks ini.

Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk bersuara dan didengar.

Telkomsel mencoba menerjemahkan nilai tersebut dalam praktik nyata: memberikan ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan pengalaman mereka tanpa batas.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan itu, makna “melayani sepenuh hati” tidak lagi sekadar jargon perusahaan.

Ia hadir dalam bentuk nyata: kesediaan untuk menerima kritik, keterbukaan terhadap masukan, serta komitmen untuk terus berbenah.

Bagi Telkomsel, setiap masukan pelanggan merupakan langkah kecil menuju perubahan yang lebih besar.

Sementara bagi pelanggan, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa di balik kecanggihan teknologi, tetap ada manusia yang ingin terhubung secara lebih mendalam.

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang mempererat hubungan antara perusahaan dan pelanggan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan yang berkelanjutan.

Sebab hubungan yang kuat tidak lahir dari layanan semata, melainkan dari rasa saling memahami.

Di Hari Kartini ini, Telkomsel memilih langkah yang sederhana namun bermakna: mendengar, memahami, dan melayani sepenuh hati.

Sebuah langkah kecil yang membawa pesan besar tentang pentingnya koneksi yang tidak hanya kuat secara jaringan, tetapi juga hangat secara kemanusiaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.