Tietha Soewarto Dorong Kesetaraan Difabel, Akses Kerja Jadi Sorotan Utama

JATENG.AKURAT.CO, Perhatian terhadap masa depan kaum difabel di Jawa Tengah terus diperkuat oleh DPRD bersama Pemerintah Provinsi. Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Tietha Ernawati Soewarto, menegaskan bahwa upaya pemenuhan hak-hak difabel, khususnya di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, harus menjadi prioritas yang berkelanjutan.
Menurut Tietha, pemerintah sejauh ini telah memberikan perhatian pada aspek pendidikan bagi penyandang difabel. Namun demikian, tantangan besar masih terlihat pada akses mereka untuk masuk ke dunia kerja yang dinilai belum sepenuhnya terbuka dan setara.
Ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap difabel. Bahwa penyandang difabel memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, DPRD bersama berbagai pihak, termasuk organisasi sayap partai, terus mendorong sosialisasi agar kesetaraan ini benar-benar dipahami secara luas.
“Difabel itu sama dengan kita. Mereka punya hak yang sama dan kesempatan yang sama. Ini yang harus terus kita sosialisasikan,” ujarnya.
Tietha juga menyoroti masih adanya kasus diskriminasi dalam proses rekrutmen kerja. Ia mengungkapkan adanya laporan dari komunitas difabel mengenai peserta yang telah lolos seleksi kerja, bahkan mendaftar sebagai aparatur sipil negara (ASN), namun kemudian dibatalkan. Kasus semacam ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius.
Ia mendorong instansi pemerintah, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), agar lebih inklusif dalam proses penerimaan pegawai, baik untuk ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dengan mengakomodasi kebutuhan dan hak penyandang difabel.
Selain itu, DPRD juga mendorong peningkatan kapasitas atau upskilling bagi difabel agar lebih siap bersaing di dunia kerja. Menurut Tietha, penyandang difabel memang membutuhkan upaya lebih dalam beberapa hal, namun hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk berkembang dan mandiri.
“Yang penting bagaimana kita bisa membantu mereka meningkatkan keterampilan, sehingga ke depan mereka bisa mandiri dan tidak terus-menerus termarjinalkan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tanpa intervensi yang serius dan berkelanjutan, difabel akan semakin tertinggal dan kehilangan kesempatan. Oleh karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi kaum difabel di Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






