Jateng

Keren! Pemuda Kabupaten Semarang Sulap Limbah Kain Jadi Produk Fashion Bernilai Jutaan

Dody H | 20 April 2026, 13:42 WIB
Keren! Pemuda Kabupaten Semarang Sulap Limbah Kain Jadi Produk Fashion Bernilai Jutaan
Habib saat menunjukkan produknya di stand Semarak KaTa Kreatif Jateng 2026 di Alun-Alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan (instagram @disbudparekrafjateng)

JATENG.AKURAT.CO, Limbah tak selamanya menjadi sampah yang tidak berguna. 

Dengan sentuhan kreativitas dan teknologi, sisa-sisa bahan produksi bisa diubah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. 

Hal inilah yang berhasil dilakukan oleh Habib Abdullah, pemuda asal Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, yang sukses meraup cuan dari limbah konveksi.

Habib mengubah kain perca atau sisa potongan kain yang biasanya dibuang begitu saja, menjadi berbagai produk fashion unik dan estetik di bawah naungan brand-nya bernama Patchtern.

Teknik Patchwork, Setiap Produk Dijamin Unik

Karya-karya kreatif Habib ini turut memukau pengunjung dalam acara Semarak Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif Jateng 2026 yang digelar di Alun-Alun Purwodadi, Grobogan, Sabtu-Minggu (18-19/4).

Dalam pameran tersebut, ia menampilkan beragam produk mulai dari baju, tas, dompet, hingga topi yang dibuat dari sisa kain. 

Keunikan utamanya terletak pada teknik penyatuan kain yang disebut patchwork atau tambal serasi.

"Setiap produk dijahit dengan teknik patchwork, jadi setiap desain itu berbeda satu sama lain. Tidak mungkin ada yang menyamai, jadi pembeli bisa mendapatkan barang yang exclusive," jelas Habib.

Harga Spesial Saat Event, Mulai Rp50 Ribuan

Menariknya, selama acara berlangsung, Habib memberikan harga spesial yang jauh lebih murah dari harga pasaran untuk memanjakan pengunjung.

- Tas: Dijual Rp50.000 (Normal Rp75.000)

- Baju: Dijual Rp175.000 (Normal Rp265.000)

Patchtern sendiri merupakan sub-brand dari Rira Konveksi yang sudah dirintis Habib sejak tahun 2023. 

Ide ini muncul sebagai solusi cerdas untuk mengelola sisa produksi agar tidak mencemari lingkungan.

Visi Nol Sampah (Zero Waste)

Bukan sekadar mencari keuntungan, usaha ini memiliki misi mulia yaitu menjaga kelestarian alam. 

Habib ingin menerapkan konsep zero waste atau nol sampah dalam setiap proses bisnisnya.

"Misi kami adalah zero waste. Bahkan nanti produk kami yang sudah usang dipakai pembeli bisa ditukar tambah. Akan kami perbarui lagi menjadi produk lain, jadi benar-benar tidak ada yang terbuang," bebernya.

Bagi Habib, Patchtern adalah upaya untuk memberikan "hidup baru" dan cerita baru pada benda yang awalnya dianggap sampah.

Pasar Hingga ke Luar Kota

Berbagai karyanya kini sudah dipasarkan secara luas melalui media sosial Instagram @patchtern.id

Jangkauan pembelinya pun cukup luas, mulai dari warga lokal Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Salatiga, hingga sampai ke tanah Parahyangan, Bandung.

Meski demikian, Habib sadar bahwa produknya memiliki segmen pasar tersendiri. 

Produk ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki kesadaran tinggi akan lingkungan atau menerapkan gaya hidup eco-living.

"Kami sadar, produk ini memang untuk kalangan yang memiliki kesadaran lingkungan. Jadi bukan hanya soal gaya, tapi juga soal kepedulian," tandasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.