Latih Relawan Tangani Korban Kecelakaan, RS Samsoe Hidajat Gandeng Jasa Raharja

JATENG.AKURAT.CO, Upaya peningkatan penanganan korban kecelakaan lalu lintas terus diperkuat di Kota Semarang melalui pelatihan relawan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja dan RS Samsoe Hidajat.
Direktur Utama RS Samsoe Hidajat, dr. Murti Wandrati, mengatakan kerja sama dengan Jasa Raharja selama ini telah berjalan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas. Ia menegaskan pentingnya pembekalan bagi relawan agar mampu memberikan pertolongan awal secara tepat di lokasi kejadian.
“Kami sudah bekerja sama dengan baik dengan Jasa Raharja untuk melayani masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Kami juga sangat mendukung kegiatan relawan ini, namun mereka perlu dibekali pengetahuan yang tepat agar bisa menangani korban di lokasi kejadian,” ujarnya usai kegiatan, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kemampuan awal dalam penanganan korban menjadi faktor krusial untuk meningkatkan keselamatan pasien sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Dengan keterampilan yang memadai, relawan diharapkan mampu menolong sekaligus mengantar korban dengan prosedur yang benar sehingga risiko fatalitas dapat ditekan.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari relawan, pengemudi ojek online, serta perwakilan korporasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar terkait pertolongan pertama pada kecelakaan.
RS Samsoe Hidajat sendiri dikenal memiliki fokus layanan pada bidang traumatologi dan ortopedi yang erat kaitannya dengan penanganan korban kecelakaan. Rumah sakit tersebut juga menjadi salah satu mitra aktif Jasa Raharja dalam penanganan kasus kecelakaan di Semarang.
“Kami fokus pada traumatologi dan ortopedi, sehingga banyak menangani kasus kecelakaan. Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti kepolisian, Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Murti.
Ia menambahkan, koordinasi lintas lembaga memungkinkan korban mendapatkan pembiayaan yang sesuai, baik melalui Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, maupun BPJS Ketenagakerjaan, tergantung pada kondisi dan status kecelakaan. Pihak rumah sakit juga turut membantu keluarga korban dalam pengurusan administrasi agar proses penanganan berjalan cepat dan tidak membebani masyarakat.
Sementara itu, Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Jasa Raharja Kota Semarang, Ernita Kushanendri, menyebut pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan di Kota Semarang. Ia mengungkapkan bahwa angka kecelakaan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
“Hingga saat ini sudah sekitar 700 kejadian, dan ini belum pertengahan tahun,” ujarnya.
Sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan kecelakaan di antaranya Kecamatan Pedurungan, Semarang Barat, dan Semarang Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan memiliki kemampuan dasar dalam menangani korban di lapangan sehingga penanganan dapat lebih cepat dan keselamatan korban semakin terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






