Dukung Palestina, World March of Women Tuntut PBB Turun Tangan Akhiri Perang Hamas-Israel

AKURAT.CO SEMARANG - Sebanyak 2,2 juta warga di Gaza telah hidup di bawah blokade darat, udara, dan laut oleh kebijakan ilegal pemerintah Israel.
Masalah ini telah menyedot perhatian masyarakat dunia, mulai dari pejabat pemerintahan, pengamat, hingga aktifis kemanusiaan.
Baca Juga: Pesawat TNI TT-3103 Jatuh di Pasuruan, Tim SAR Dikerahkan untuk Evakuasi
Terbaru, World March of Women (WMW) Indonesia memberikan statemen dukungannya, Kamis (16/11/2023).
Perwakilan WMW, Soka Handinah mengatakan sampai sekarang penyerangan militer Israel ke Jalur Gaza dan kekerasan pembatasan mobilitas warga Palestina di Tepi Barat masih terus berlanjut.
"Situasi menekan ini telah terjadi sejak 17 tahun yang lalu yaitu tahun 2007," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan WMW, tragedi ini menyebabkan lebih dari 1 juta warga yang separuhnya adalah anak-anak mengalami krisis pangan dan energi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Kemenangan PSIS Dibayangi Cedera Serius Delvin Rumbino, Absen Enam Bulan
"Berbagai serangan ini telah menyebabkan warga tak berdosa menjadi korban," ujarnya.
Sebagai catatan, di pihak Palestina di jalur Gaza sebanyak lebih dari 9000 orang tewas di mana 3760 di antaranya adalah anak-anak dan lebih dari 18.000 orang terluka.
Sedangkan di Tepi Barat 102 orang tewas dan 1.889 terluka; di pihak Israel sebanyak 1.400 orang tewas, 5.431 luka-luka, Lebih dari 38 relawan bantuan kemanusiaan dan 57 petugas kesehatan tewas, saat bertugas di jalur Gaza.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia U-17 Hari Ini: Pertandingan Krusial Grup A dan B
Situasi tersebut menyebabkan warga berada pada situasi krisis pangan, air bersih, bahan bakar dan pasokan medis, serta Krisis energi. Keputusan pemerintah Israel untuk pemadaman listrik total, telah menghambat akses warga terhadap layanan kesehatan, air dan sanitasi.
Hal ini akan berakibat Rumah sakit kekurangan bahan bakar untuk penerangan dan perlengkapan medis, memperburuk krisis pangan.
"Kami juga menyampaikan solidaritas kepada saudari kami Abeer Abeer Abu Khdeir dan Ruba Odeh yang merupakan anggota the Union of Palestinian Women’s Committees (UPWC), dan juga a member of the World March of Women," ujar Raden Ayu menyampaikan salam solidaritasnya kepada rekan kerja mereka di Palestina.
Baca Juga: Mbak Ita Ajak Pelajar di Kota Semarang Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang sesuai 'Isi Piringku'
Sementara itu, Susan Herawati, perwakilan WMW yang lain menceritakan Abeer Abu Khdeir dan Ruba Odeh sehari-hari melakukan perlawanan bersama para Perempuan Palestina untuk mempertahankan kampung dan warganya.
Abeer dan anak perempuannya yang adalah seorang lawyer Hak Azasi Manusia yang pernah ditahan 5 hari selama bombardier terhadap Rakyat Gaza sedang berlangsung.
"Walau saat ini mereka telah dilepaskan namun kami tetap menyuarakan penolakan atas pembatasan hak sipil dan politik warga Palestina, dan bahwa penahanan itu telah menteror para aktivis yang sedang sedang memperjuangkan HAM untuk warganya," bebernya.
"Walaupun kami percaya semua kekerasan dan terror tidak akan menghentikan perjuangan para pemberani. Dengan situasi tersebut, WMW Indonesia mengutuk keras serangan militer dan genocida oleh pemerintah Israel terhadap warga sipil adalah illegal dan telah melanggar atas Hukum Humaniter Internasional," lanjutnya.
WMW juga menyatakan solidaritas terhadap warga sipil tak berdosa yang hidupnya terkoyak akibat meningkatnya kekerasan di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem dan Israel, terutama perempuan dan anak perempuan.
Untuk itu WMW menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera melaksanakan politik luar negeri secara bebas dan aktif sesuai amanat Konstitusi bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan untuk itu harus secara aktif melakukan diplomasi damai untuk penghentian perang di Palestina.
"Pemerintah harus Menuntut Israel dan Hamas untuk segera melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang yang telah mengorbankan warga sipil tak berdosa terutama Perempuan dan anak," tuturnya.
Mereka juga menuntut pemerintah Israel untuk segera membuka jalur bantuan kemanusian untuk warga terutama perempuan dan anak di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
"WMW enuntut pemerintah Israel untuk menghentikan kebijakan genosida dan pemindahan paksa massal warga Gaza," jelasnya.
WMW juga endesak PBB dan para pemimpin dunia untuk menggunakan segala cara untuk menghentikan serangan tersebut, memastikan adanya gencatan senjata, mengurangi ketegangan, kekerasan dan melindungi warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.
"Kami mendesak PBB dan komunitas internasional untuk melindungi dan menjamin Hak Asasi Manusia rakyat Palestina, termasuk Hak atas pangan, Pendidikan, Kesehatan, bebas dari rasa takut, dan bebas dari kekerasan terhadap Perempuan," tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










