Jateng

Konflik Gaza Kian Panas! PM Israel Netanyahu Peringatkan Warga Sipil untuk Segera Evakuasi, Negosiasi Damai Buntu

Theo Adi Pratama | 9 September 2025, 13:50 WIB
Konflik Gaza Kian Panas! PM Israel Netanyahu Peringatkan Warga Sipil untuk Segera Evakuasi, Negosiasi Damai Buntu

JATENG.AKURAT.CO, Situasi di Gaza kembali memanas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil untuk segera mengevakuasi Kota Gaza.

Peringatan ini datang seiring dengan dimulainya operasi darat besar-besaran yang diklaim Israel sebagai "awal dari operasi militer skala besar".

Serangan Udara dan Operasi Darat Meluas

Militer Israel melaporkan bahwa dalam dua hari terakhir, mereka telah menghancurkan sekitar 50 gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza.

Bangunan-bangunan ini, menurut klaim Israel, digunakan sebagai pos pengamatan dan tempat penyimpanan bahan peledak.

Militer Israel juga mengklaim telah menguasai tiga perempat wilayah Gaza dan terus merangsek mendekati pusat kota.

Sebagai respons atas eskalasi ini, militer Israel telah mengimbau warga sipil untuk bergerak ke selatan menuju zona kemanusiaan yang mereka tetapkan di Ganyanis.

Mereka berjanji akan menyediakan makanan, perawatan medis, dan tempat penampungan di area tersebut.

Korban Sipil Berjatuhan dan Krisis Kemanusiaan

Sayangnya, eskalasi konflik ini membawa dampak tragis bagi warga sipil. Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menyebabkan banyak korban jiwa.

Dalam satu hari saja, setidaknya 40 orang tewas, dengan separuh di antaranya berada di Kota Gaza.

Ratusan ribu warga Palestina diperkirakan terancam kehilangan tempat tinggal setelah konflik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun ini.

Situasi ini memicu keprihatinan internasional. Amnesty International dan berbagai pihak lainnya mendesak agar serangan dihentikan dan evakuasi massal bagi warga sipil segera dilakukan.

Meskipun Netanyahu didukung oleh koalisi politik sayap kanannya, keputusannya untuk melanjutkan operasi militer skala besar menuai kecaman dari berbagai negara, bahkan dari beberapa sekutu dekatnya.

Upaya Damai dan Isu Sandera

Di tengah konflik yang terus berkecamuk, upaya untuk mencapai gencatan senjata terus dilakukan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington sedang dalam negosiasi mendalam untuk mendorong kesepakatan damai.

Namun, hingga saat ini, belum ada terobosan signifikan yang berhasil dicapai.

Isu sandera juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 251 orang dilaporkan disandera sejak serangan pada 7 Oktober 2023.

Para pejabat Israel meyakini bahwa 20 sandera masih hidup dan mendesak kesepakatan "semua atau tidak sama sekali" untuk pembebasan mereka.

Sementara itu, Hamas telah mengusulkan pertukaran tahanan dengan gencatan senjata sementara. Namun, negosiasi sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.

Konflik di Gaza ini menjadi pengingat pahit tentang dampak kemanusiaan dari perang dan sulitnya mencapai perdamaian di tengah ketegangan politik yang mendalam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.