Jelang Hari Santri, PW IKA PMII Jateng Ajak Santri Jepara Perkuat Wawasan Kebangsaan

AKURAT.CO JEPARA - Dalam rangka memperingati peristiwa Resolusi Jihad dan rangkaian peringatan hari santri nasional Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) Jawa Tengah mengadakan kegiatan seminar dan focus group discussion (FGD) penguatan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Darussa'adah Bugel Kedung Jepara pada hari Jumat, 13 Oktober 2023.
Kegiatan tersebut dihadiri 200 orang alumni PMII, kader PMII dan undangan dari pelajar dan santri di Jepara.
Baca Juga: Mbak Ita Terharu Ketika Hujan Deras Turun di Titik Kebakaran TPA Jatibarang
Acara dibuka oleh Sekretaris Bidang Kaderisasi PW IKA-PMII Jateng, Dr. M. Kholidul Adib, SHI, MSI, mewakili Ketua Umum PW IKA-PMII Jateng Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.
Seminar menghadirkan empat narasumber yaitu Winarti, SS. M.Si, Ketua LPBI PWNU Jateng, H Rif'an, S.Ag, MM, Ketua Ikatan Alumni UNISNU Jepara, Kusdiyanto, M.Pd, Wakil Ketua BAZNAS Jepara dan H Sabiq Wafiyudin S Hum, pegasuh PP Darussa'adah Bugel Kedung Jepara.
Dalam sambutan, Dr. M Kholidul Adib menyampaikan bahwa kegiatan seminar penguatan wawasan kebangsaan ini bagian dari komitmen IKA-PMII untuk mendidik generasi muda bangsa agar senantiasa memegang teguh ajaran para ulama dalam hal kebangsaan.
Baca Juga: Berikut 5 Rekomendasi Wisata di Purbalingga, Salah Satunya Ada Wisata Pendidikan Buat Anak
"Kita sekarang ada di bulan Oktober dimana di masa lalu ada peristiwa besar yang menjadi tonggak berdirinya dan kokohnya nasionalisme di bumi Indonesia yaitu peristiwa resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945 dimana para kiai se Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya mengeluarkan fatwa wajib perang melawan tentara sekutu yang saat itu datang ke Surabaya dan diboncengi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Akibat fatwa resolusi jihad berkobarlah semangat juang masyarakat Surabaya sehingga meletus perang 10 Nopember 1945 yang mengakibatkan ribuan kaum santri dan masyarakat gugur sebagai syuhada, sehingga kemudian kita peringati peristiwa ini sebagai hari pahlawan," ungkap Adib.
Adib melanjutkan bahwa kita harus meneruskan perjuangan para ulama yang telah mewariskan kepada kita tentang komitmen kebangsaan dan kesadaran pentingnya menjaga Indonesia agar tetap rukun dan damai.
Apalagi menjelang pemilu 2024 yang kondisinya semakin memanas maka kita harus tetap menjaga suasana kondusif agar pemilu berjalan aman, damai, jujur dan bermartabat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Terbaik di Semarang, Salah Satunya Ada yang Jual Bebek Goreng yang Lezat
Jangan sampai pesta demokrasi menjadi pemecah belah persatuan bangsa. Sebaliknya demokrasi harus menjadi pemersatu bangsa.
Narasumber pertama, Winarti, S.S, M.Si, mengungkapkan, bahwa kita sebagai kaum santri harus sadar politik dalam arti tidak boleh alergi dengan politik karena politik sangat berkaitan dengan banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari misalnya kenaikan harga listrik, harga air PDAM, harga sembako dan lain-lain.
"Untuk itu sebagai generasi muda harus aktif untuk ikut mempengaruhi keputusan politik misalnya dengan menggunakan hak suara dalam pemilu untuk memilih para wakil rakyat dan pemimpin kita sesuai dengan hati nurani kita masing-masing," ujar Winarti.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata yang Berlokasi di Tawangmangu, Ada yang Harus Menaiki Ribuan Anak Tangga Lho!
Hal yang sama juga disampaikan oleh Rif'an, SAg MM bahwa kaum santri harus ikut ambil peran dalam pengambilan keputusan di kekuasaan.
Agar kebijakan pemerintah bisa lebih banyak memihak kaum santri maka kaum santri harus ada yang duduk di pemerintahan dan di parlemen.
Semakin banyak kaum santri yang duduk di lembaga legislatif maka akan semakin banyak kebijakan yang bisa dihasilkan untuk kemajuan kaum santri misalnya dengan pemberian beasiswa bagi santri, tunjangan kesejahteraan ustadz pesantren, tunjangan guru ngaji, guru madrasah diniyah dan lain-lain.
"Alhamdulilah sekarang sudah ada UU pesantren dan di Jawa Tengah juga sudah ada Perda Pesantren sehingga ke depan keberpihakan pemerintah terhadap pesantren harus diwujudkan dalam alokasi anggaran yang nyata untuk pengembangan pesantren," tutur Rifan.
H Sabiq Wafiyudin mengungkapkan bahwa tujuan politik adalah untuk memperbaiki kondisi umat.
Oleh karena itu pada dasarnya tujuan politik itu sangat mulia sehingga para santri tidak perlu ragu untuk terjun ke dunia politik dan menyukseskan pemilu 2024.
Sebagai bagian dari pendidikan politik, Kusdiyanto mengajak para santri untuk menjadi pemilih yang cerdas. Jangan memilih caleg hanya karena iming-iming amplop atau bantuan sembako.
"Jadilah pemilih yang cerdas yang memilih karena visi misi program dan integritas caleg. Kenali para caleg, pelajari visi misi dan program kerjanya. Jangan memilih karena amplop. Sebab caleg yang membagi-bagi uang banyak nanti kalau jadi yang dipikirkan adalah bagaimana bisa mengembalikan uang yang dia keluarkan saat pemilu. Akibatnya biaya politik caleg jadi mahal dan ini menyebabkan korupsi semakin menjamur. Jadi kalau kita ingin komitmen membasmi korupsi salah satu caranya adalah tolak money politics," ungkap Kusdiyanto.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










