PW IKA PMII Jateng Bicara Stabilitas Politik Menjelang Pemilu di Rembang

AKURAT.CO REMBANG - Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Tengah kembali menggelar Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jawa Tengah.
Acara yang digelar di Pondok Pesantren An-Nuroniyah Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang pada hari Minggu (24/9/2023) itu dihadiri oleh 200 tamu dari berbagai kalangan seperti ormas, komunitas, santri, dan pengajar untuk mendiskusikan Penguatan Wawasan Kebangsaan 'Mengawal Demokrasi dan Memperkokoh Kesatuan Bangsa Menjelang Pemilu 2024'.
Salah satu narasumber yang merupakan rektor IAIN Kudus, Prof Dr Abdurrahman Kasdi menjelaskan pentingnya bagi generasi muda memahami apa arti Pemilu untuk meneruskan pembangunan.
"Pemilu itu menjadi kunci keberlangsungan pembangunan. Dan di sini rata-rata anak muda agak apatis dengan pemilu, padahal dari sana masa depan anak muda ditentukan," ujar Prof Kasdi.
Hadir pula Anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB yaitu Muhammad Zein yang menyampaikan jangan sampai kesatuan dan persatuan NKRI dipertaruhkan demi pemilihan umum.
"Apakah kita siap menjaga kesatuan dan persatuan NKRI?!," teriak Muh Zain.
Baca Juga: PSIS Kembali Ketiban Sanksi Rp 25 Juta
"Siap," jawab para peserta.
Kemudian Mohamad Sugiharyadi seorang pengusaha Rembang menjelaskan pentingnya stabilitas politik bagi dunia usaha.
"Kalau politik stabil biasanya kebijakan pemerintah juga stabil. Dunia usaha jadi nyaman karena tidak ada kebijakan yang aneh-aneh," urainya.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api di Perlintasan Jerakah Semarang, Seorang Pengendara Sepeda Motor Tewas
Narasumber terakhir, Moh Tijani Abu Na'im yang merupakan perwakilan IKA PMII Rembang menjelaskan bahwa IKA PMII akan berupaya menjaga persatuan bangsa melalui kekuatan pondok pesantren.
"Karena dari pesantren PMII lahir. Maka dari sinilah perjuangan kita," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










