Kajian Asuransi Usaha Tani Tembakau Dikaji Bersama Tim dari UNS

AKURAT.CO DEMAK, Untuk semakin memajukan bidang pertanian dan perkebunan di Kabupaten Demak, Dinas Pertanian Demak melalui Bidang Perkebunan melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion atau FGD.
Dalam FGD kali ini bidang perkebunan mengangkat Kajian Asuransi Usaha Tani Tembakau dan bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Baca Juga: Kejelasan Kasus Dugaan Tambang Ilegal LDK 27 Blora Tunggu Hasil Pertemuan Pejabat Terkait
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Bapak Agus Herawan, SIP, MM tersebut juga dihadiri oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh dan Koordinator Penyuluh dari Kecamatan Guntur, Mranggen, dan Karangawen.
Menurut Kadinas FGD ini merupakan kelanjutan pelaksanaan dan hasil akhir kajian asuransi tembakau yang sedang dikaji oleh tim dari UNS.
Baca Juga: Selamatkan Tanah, Kelompok Tani “Sari Abadi Tani” Desa Wonosari Mulai Menggunakan Pupuk Organik
“Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah penghasil tembakau di Jawa Tengah, luas tanam pada 2022 mencapai 2.571 ha dan petani penggarap sebanyak 7200 orang. Komoditas tembakau sangat peka terhadap perubahan iklim. Sejauh ini belum tersedia strategi yang tepat untuk penanganan keriguan petani akibat kegagalan panen tembakau,” ujar Agus.
Endang Setyowati dari UNS menjelaskan Komoditas tembakau ini sangat peka terhadap perubahan iklim terutama rentan terhadap hujan dan kekeringan, sehingga dapat menyebabkan gagal panen dan menjadikan kerugian bagi petani tembakau.
Baca Juga: Konsultasi Petani Dengan Penyuluh Pertanian di Lingkup BPP Sayung
Strategi pemerintah dalam membantu petani tembakau salah satunya dengan Jaminan perlindungan Asuransi usaha tani Tanaman Tembakau.
Sebelum adanya program asuransi tersebut maka perlu adanya kajian ilmiah.
Baca Juga: Jelang Pemilu, Kesbangpol Kota Semarang Antisipasi Gesekan 400 Ormas
“Kajian ilmiah tersebut melibatkan data responden petani tembakau yang diambil secara purposive sampling. Dibedakan berdasarkan tipologi lahan dan varietas pada masing–masing lokasi tembakau. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa segera terselengaranya jaminan Asuransi Usaha Tani Tembakau pada tiga kecamatan penghasil tembakau, Khususnya di kecamatan Guntur,” pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Apakah Besok Senin 24 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama Maulud Nabi? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 6Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 7Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta










