Lima Kecamatan di Temanggung Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Bergerak Droping Air Bersih

AKURAT.CO TEMANGGUNG - Lima kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung Jawa Tengah mulai dilanda kekeringan.
Salah satunya di Dusun Dampit, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, yang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih sejak dua bulan terakhir.
Menurut salah seorang warga, Wahyu Istiyanti (28) mengatakan, mata air yang biasa digunakan warga sebagai sumber kini sudah mengering, jika pun ada, debit air kecil dan harus antre berjam-jam untuk mendapatkan giliran, bahkan hingga malam hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung pun telah bergerak untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 100 ribu liter di lima kecamatan.
“Mulai dikasih air dari BPBD ini sekitar satu bulan, kesulitan mendapatkan air bersih mulai dirasakan sejak dua bulan terakhir. Di dusun ini, mata air mengecil dan jika ikut mengantri paling hanya mendapatkan 10 jerigen, paling hanya untuk satu atau dua hari saja,” katanya.
Wahyu senang dengan adanya bantuan air bersih karena dapat membantu mendapatkan pasokan air bersih secara gratis, karena setiap musim kemarau, dusunnya mengalami krisis air bersih.
“Alhamdulillah dengan bantuan ini, jadi dapat mempermudah dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti untuk mandi, mencuci, minum dan memasak. Dalam mendapatkan air gratis ini tidak dibatasi, namun kita harus berbagi dengan warga yang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Darlog BPBD Temanggung, Priyo Harjanto menjelaskan, Dusun Dampit memang setiap musim kemarau panjang sering kekurangan air bersih, karena debit air mulai mengecil.
Dalam satu minggunya, pihaknya menyalurkan air bersih sebanyak dua kali dengan menggunakan dua unit tangki berkapasitas lima ribu liter.
“Untuk droping air, sampai hari ini kita sudah hampir sebanyak 22 rit tangki atau sekitar seratus ribuan liter air bersih. Kita mulai melakukan droping air bersih ini sejak tanggal 21 Juli, itu dari Dusun Dampit, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo. Kita per tahun mesti rutin menyalurkan air bersih. Satu harinya kita jadwalkan mengirim air bersih dua kali, namun jika kondisi berubah atau mendesak adanya permohonan, kita langsung kirim bantuan air,” jelasnya.
Selain Dusun Dampit, kondisi serupa juga dirasakan di wilayah lain. Tercatat hingga saat ini terdapat lima kecamatan yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
“Kelimanya yakni Kecamatan Tlogomulyo, Bulu, Kranggan, Selopampang dan Tembarak. Dari kelima daerah tersebut paling parah yakni Tlogomulyo, dan Selopampang,” tambahnya.
BPBD Temanggung mengimbau kepada masyarakat agar jangan melakukan pemborosan air terlebih di daerah rawan kekeringan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), puncak kemarau tahun ini jatuh pada bulan Agustus.
Pada musim kemarau 2022 lalu, wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Temanggung mencapai 14 kecamatan, namun pada tahun ini yang rawan kekeringan tinggal 9 kecamatan.
Hal itu dikarenakan Pemkab Temanggung pada tahun 2022 dan 2023 menggencarkan program perluasan penyediaan air bersih.
"Tahun ini BPBD Temanggung memiliki anggaran untuk mendistribusikan air bersih sebanyak 151 tangki. Masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan kekeringan, bisa mengajukan bantuan melalui pemerintah desa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





