12 Demonstrasi Paling Absurd dan Aneh di Dunia, dari Telanjang hingga Rebut Kastil

JATENG.AKURAT.CO, Demonstrasi selama ini identik dengan massa yang berorasi keras, membawa spanduk penuh tuntutan, atau kadang berakhir ricuh.
Namun, di berbagai belahan dunia, ada sekelompok orang yang memilih jalan berbeda: menuangkan kreativitas absurd untuk menyuarakan hati nurani.
Alih-alih membawa pentungan, mereka membawa kail pancing yang dikaitkan ke kulit punggung sendiri.
Mereka tidak berteriak, melainkan telanjang bulat mengayuh sepeda di tengah dinginnya Portland.
Bahkan, ada yang nekat menguasai kastil abad pertengahan hanya gara-gara harga bir naik satu franc. Inilah dunia di mana protes bukan lagi sekadar aksi massa, tetapi pertunjukan seni kontroversial yang memanfaatkan elemen kejutan, humor, dan absurditas untuk menarik perhatian publik.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber terpercaya, mulai dari BBC, Daily Star, hingga media internasional lainnya, berikut adalah 12 daftar demonstrasi paling absurd dan nyeleneh di luar negeri sepanjang sejarah.
Baca Juga: Tak Perlu Anarkis, 10 Aksi Demonstrasi Paling Damai di Dunia Ini Justru Berhasil Ubah Sejarah!
1. Gantung Diri di Kail Ikan Hiu: Protes Perlindungan Satwa Laut
Pada tahun 2011, seniman pertunjukan asal Inggris bernama Alice Newstead melakukan protes dengan cara yang sangat kontroversial dan menyakitkan: ia menusukkan kail pancing besar ke kulit punggungnya lalu bergelantungan di sebuah pusat perbelanjaan di San Fransisco, Amerika Serikat.
Aksi ekstrem ini untuk memprotes praktik "shark finning"—penangkapan hiu liar untuk diambil siripnya, sementara tubuhnya dibuang begitu saja ke laut.
Agar tampak realistis, ia mengecat seluruh tubuhnya dengan warna abu-abu dan menggunakan kostum ikan.
Ironisnya, kail yang digunakan merupakan kail asli yang biasa dipakai untuk menangkap hiu.
Newstead kemudian mengulangi aksi gila ini pada tahun berikutnya di sebuah toko di Paris, menarik perhatian massa yang terheran-heran.
2. Parade Sepeda Telanjang Massal di Portland: Protes Militerisasi Polisi
Pada Oktober 2025, ratusan warga di Portland, Oregon, AS, memutuskan untuk "membuka pakaian" sebagai bentuk perlawanan.
Dalam aksi bertajuk "Emergency World Naked Bike Ride", mereka mengayuh sepeda tanpa sehelai benang pun di tengah suhu udara yang hanya mencapai 12 derajat Celcius dan hujan deras.
Peserta yang terdiri dari pria dan wanita itu memadukan tradisi lokal bersepeda telanjang dengan protes politik terhadap rencana pemerintahan Trump yang hendak mengerahkan Garda Nasional serta kebijakan imigrasi ICE.
Salah satu peserta, Sue Cass, menyebut aksi itu sebagai "cara protes yang ceria dan penuh sukacita".
Untuk menambah unsur absurd, di lokasi yang sama, demonstran lainnya ada yang mengenakan kostum tiup berbentuk katak, unicorn, bahkan pisang raksasa saat berhadapan dengan aparat.
3. Perang Susu di Brussels: Peternak Sapi Menyemprot Polisi
Saat harga susu jatuh merosot dan ambang batas produksi dirasa tidak masuk akal, lebih dari 2.500 peternak Eropa pada tahun 2009 membanjiri Brussels, Belgia, dengan truk dan traktor.
Uniknya, mereka tidak hanya memblokade jalan menuju kantor Uni Eropa, tetapi juga membawa serta sapi-sapi ternak mereka.
Dalam aksi yang kacau, satu sapi ketakutan oleh petasan hingga berlari mengejar orang, dan yang lebih konyol: seorang petani menyemprotkan susu langsung dari ambing sapi ke arah barisan polisi anti huru-hara.
Demonstrasi ini menjadi simbol perlawanan agraris yang paling "susu".
4. Face Sitting di Depan Parlemen: Protes Sensor Konten Dewasa
Pada Desember 2014, Pemerintah Inggris di bawah David Cameron memperkenalkan undang-undang sensor pornografi yang melarang konten seperti spanking dan face-sitting.
Sebagai respons, sekelompok pekerja seks, bintang film dewasa, dan aktivis kebebasan berkumpul di depan gedung Parlemen Inggris.
Mereka dengan sengaja menirukan adegan seks, termasuk duduk di wajah satu sama lain, sambil bernyanyi lagu-lagu Monty Python.
Spanduk yang mereka bawa pun tak kalah provokatif: "Shame on you, we come too" (Kami datang juga, sialan kamu) dan "Urine for a shock if you expect us to stop!" (Kamu akan kaget kalau pikir kami akan berhenti!).
Aksi ini sukses membuat publik dan anggota parlemen terbelalak.
5. Dinosaurus Berlarian di Pamplona: Tolak Adu Banteng
Setiap tahun, kota Pamplona, Spanyol, terkenal dengan festival adu banteng berdarah-darah.
Namun pada tahun 2022, sekelompok aktivis pecinta hewan melakukan pendekatan berbeda: mereka mengenakan kostum dinosaurus tiup yang besar dan kaku, lalu berlari kencang di jalan-jalan kota.
Aksi "dinosaurus menyerbu" ini bertujuan untuk mengejek dan memprotes kekejaman terhadap hewan dalam tradisi adu banteng Spanyol.
Dengan gerakan yang konyol namun penuh pesan, mereka berhasil mencuri perhatian media internasional.
6. Avatar di Tembok Pemisah Israel: Solidaritas ala Film Fiksi Ilmiah
Pada tahun 2010, warga Palestina di desa Bil'in, Tepi Barat, memprotes tembok pemisah yang memisahkan mereka dari komunitas tetangga.
Alih-alih melempar batu, mereka mengecat tubuh mereka dengan warna biru, mengenakan pakaian suku, dan berdandan persis seperti karakter dari film Avatar karya James Cameron.
Mereka ingin menunjukkan bahwa perjuangan mereka melawan pemisahan tanah tidak berbeda dengan perjuangan suku Na'vi melawan invasi manusia.
Hasilnya, tembok pemisah berubah menjadi panggung film blockbuster yang absurd.
7. Teh Boston: Pesta Teh Terbesar dalam Sejarah (1773)
Meskipun peristiwa ini sudah sangat klasik, absurditasnya tidak pernah pudar.
Pada 16 Desember 1773, para kolonis Amerika yang marah terhadap pajak teh tanpa perwakilan menyamar sebagai suku Indian Mohawk, lalu naik ke tiga kapal Inggris di Pelabuhan Boston.
Mereka membanting 342 peti teh ke laut—setara dengan hampir 46 ton teh.
Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk protes paling ikonik, tetapi juga merupakan "pesta teh" paling terkenal yang memicu Revolusi Amerika.
8. Perang Kastil Gravensteen: Mahasiswa Merebut Benteng Abad Pertengahan
Pada tahun 1949, mahasiswa di Universitas Ghent, Belgia, geram karena pajak bir naik dari 3 franc menjadi 4 franc.
Sebagai protes, 138 mahasiswa menguasai Kastil Gravensteen yang berusia 850 tahun.
Mereka menurunkan gerbang besi, mengunci penjaga di lemari, dan membarikade pintu dengan gerobak berisi buah busuk.
Setelah naik ke tembok, mereka mengibarkan spanduk bertuliskan "Turunkan harga bir!"
Saat polisi berdatangan, mereka melempari aparat dengan buah yang sudah busuk.
Meski akhirnya ditangkap, para mahasiswa ini dibebaskan tanpa hukuman berkat dukungan publik.
Hingga kini, setiap 16 November, tradisi ini dikenang dengan pesta dansa dan bir di sekitar kastil.
7. Merpati Raksasa 2 Meter di London: Tolak Pengusiran Penjual Pakan Burung
Pada tahun 2001, pemerintah London berencana mengusir Bernard Rayner, penjual pakan burung terakhir di Trafalgar Square, untuk mengurangi populasi merpati. Para pendukung Rayner tidak mau diam.
Dengan kreativitas tinggi, mereka mendandani diri sebagai merpati raksasa setinggi 2 meter dan menghadang lalu lintas di sekitar alun-alun.
Melihat "kawanan merpati manusia" yang absurd, pemerintah pun kewalahan.
Meskipun Rayner akhirnya setuju untuk hengkang melalui penyelesaian di luar pengadilan, aksi merpati raksasa ini tercatat sebagai salah satu protes paling unik dalam sejarah London.
9. Uang Terbang di Wall Street: Ejekan Terhadap Keserakahan (1967)
Pada tahun 1967, kelompok aktivis Yippie yang dipimpin Abbie Hoffman naik ke balkon Bursa Efek New York.
Mereka melemparkan tumpukan uang kertas 1 dolar ke lantai perdagangan di bawah.
Akibatnya, para pialang yang rakus berhenti berdagang dan malah sibuk berebut uang.
Meskipun tidak ada tuntutan politis yang disampaikan, aksi ini berhasil menghentikan aktivitas bursa saham Wall Street dengan cara yang paling absurd: menunjukkan bahwa keserakahan adalah senjata paling efektif melawan sistem kapitalis itu sendiri.
10. Petani Melempar Kotoran & Sayuran Busuk: Protes Harga Pangan Prancis
Tidak ada yang lebih "baunya" daripada aksi protes petani Prancis pada tahun 2014.
Karena kesal dengan harga pupuk yang meroket sementara harga jual hasil bumi anjlok, serikat petani mengangkut truk berisi kotoran hewan (manure), lumpur, dan sayuran busuk ke jalan-jalan kota.
Mereka dengan sengaja membuang bau busuk itu di depan kantor pengelolaan air.
Aroma yang menyengat itu berhasil "membuka hidung" pemerintah Prancis untuk mendengarkan keluhan para petani.
11. Protes Ciuman Massal di Chile: Cinta vs Biaya Kuliah (2011)
Pada tahun 2011, lebih dari 100 mahasiswa di Santiago, Chile, turun ke jalan untuk memprotes mahalnya biaya pendidikan. Namun mereka tidak membawa spanduk konvensional. Mereka berciuman.
Berpasang-pasangan, para mahasiswa berciuman di depan Katedral Metropolitan sambil membawa pesan: "Cinta itu gratis, pendidikan tidak".
Aksi aneh ini efektif: pemerintah terpaksa mengusulkan dana pendidikan baru untuk menanggapi protes romantis yang tidak biasa tersebut.
12. Thriller di Istana Kepresidenan: Koreografi Zombie Protes Pendidikan Chile (2011)
Di tahun yang sama, mahasiswa Chile kembali melakukan aksi kejutan.
Mereka berdandan sebagai zombi, lengkap dengan riasan wajah pucat dan pakaian compang-camping, lalu menirukan koreografi ikonik dari video klip Michael Jackson "Thriller" di depan istana kepresidenan.
Alih-alih menakuti, tarian zombi yang kompak dan energik itu justru membuat aparat keamanan dan warga sekitar tertawa sekaligus penasaran.
Aksi ini menjadi simbol bahwa generasi muda bisa menyuarakan protes dengan cara yang menghibur, tanpa kekerasan, namun tetap mengena.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apakah semua demonstrasi ini benar-benar terjadi?
A: Ya, semua demonstrasi yang disebutkan di atas didokumentasikan dengan baik oleh berbagai media kredibel seperti BBC, Associated Press, The Guardian, dan sumber lainnya. Aksi-aksi ini nyata terjadi di negara-negara seperti AS, Belgia, Inggris, Spanyol, dan Israel.
Q: Mengapa orang melakukan demonstrasi dengan cara yang aneh seperti itu?
A: Karena cara konvensional sering kali diabaikan oleh media dan pemerintah. Dengan melakukan aksi absurd yang kontroversial, para demonstran dapat menarik perhatian pers internasional dan publik, sehingga pesan mereka lebih cepat menyebar.
Q: Apakah para demonstran ini ditangkap atau dihukum?
A: Tergantung kasusnya. Dalam aksi "Face Sitting" di Parlemen Inggris, beberapa demonstran ditangkap namun sebagian besar dibebaskan. Dalam kasus Kastil Gravensteen, semua mahasiswa dibebaskan karena dukungan publik yang kuat. Namun, aksi seperti mencorat-coret properti publik biasanya berujung pada tuntutan hukum.
Q: Apakah ada aksi protes absurd serupa yang terjadi di Indonesia?
A: Di Indonesia, beberapa aksi unik juga pernah terjadi, seperti aksi "Kartu Kuning" yang dilakukan Ketua BEM UI kepada Presiden Jokowi atau aksi menanam kaki di semen oleh petani Kendeng. Namun, masih jarang yang setelanjang atau seekstrem contoh-contoh di luar negeri.
Penutup
Dari gantungan kail pancing hingga sepeda telanjang, dari tumpukan kotoran hingga zombi Thriller—aksi-aksi protes paling absurd di dunia ini membuktikan bahwa kreativitas manusia tidak terbatas, bahkan ketika sedang marah sekalipun.
Meskipun terkadang terlihat konyol atau berlebihan, elemen kejutan dan humor terbukti efektif untuk menarik perhatian publik dan media.
Di tengah hiruk-pikuk berita yang monoton, aksi nyeleneh inilah yang berhasil menembus kebisingan dan membuat orang berhenti sejenak untuk bertanya: "Ada apa sebenarnya?"
Apakah Anda pernah menyaksikan aksi protes unik yang tidak tercantum di sini? Atau mungkin Anda punya ide absurd untuk menyuarakan aspirasi Anda sendiri?
Bagikan pendapat dan pengalaman Anda di kolom komentar—karena di dunia yang penuh dengan kemarahan, kadang tertawa adalah bentuk perlawanan yang paling cerdas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






