Titah Sultan! Viral Menu MBG di Jogja Tuai Pujian, Dilengkapi Label Gizi dan Harga demi Atasi Kecemasan Warga soal Kualitas

JATENG.AKURAT.CO, Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyita perhatian publik, khususnya di media sosial.
Program yang berjalan di wilayah pemerintahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X itu mendapat sorotan usai menu MBG dilengkapi label gizi dan rincian harga.
Unggahan akun Instagram @pandemictalks pada Kamis, 5 Maret 2026 memperlihatkan salah satu paket MBG yang dibagikan di Jogja telah disertai informasi kandungan gizi serta total harga makanan.
“Patut ditiru daerah lain, MBG Jogja ikuti arahan Sultan HB X, ada label gizi lengkap dan label harga Rp10.000,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Hingga Kamis, 5 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, unggahan itu telah disukai sekitar 25,7 ribu pengguna Instagram dan menuai beragam komentar positif dari warganet.
Muncul Isu Ketidaktransparanan
Usut punya usut, perubahan tersebut dilakukan setelah muncul isu terkait menu MBG yang dinilai kurang transparan.
Sejumlah orang tua siswa sempat menyampaikan keluhan, terutama selama Ramadan, terkait kualitas dan komposisi makanan yang dibagikan kepada anak-anak mereka.
Merespons keresahan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan arahan agar dilakukan evaluasi menu sekaligus peningkatan transparansi harga.
Kini, setiap paket MBG di Jogja dilengkapi label yang mencantumkan rincian harga masing-masing item serta informasi kandungan gizi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus memastikan program berjalan akuntabel.
Rincian Menu dan Kandungan Gizi
Dalam unggahan tersebut disebutkan salah satu paket MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 2 Maret 2026.
Menu yang disajikan terdiri dari:
Telur rebus (Rp3.000)
Kue kacang (Rp2.500)
Tahu walik (Rp1.000)
Jemblem manis (Rp1.500)
Total nilai paket tercantum sekitar Rp10.000.
Tak hanya harga, label juga memuat informasi kandungan gizi per porsi, yakni sekitar 410 kkal energi, 19,4 gram protein, 17,7 gram lemak, dan 47,5 gram karbohidrat.
Pencantuman rincian tersebut dianggap sebagai langkah transparansi yang patut diapresiasi. Dengan adanya informasi terbuka terkait komposisi dan nilai gizi, masyarakat dapat menilai langsung kualitas makanan yang diterima siswa.
Diharapkan Jadi Percontohan
Sejumlah warganet menilai kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelaksanaan program MBG. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi.
Langkah evaluasi dan keterbukaan ini diharapkan mampu meredam polemik serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG di DIY ke depan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






