Jateng

Persiraja Kalah Dramatis 3-4, Terancam Sanksi Komdis PSSI Usai Hujan Kartu di Laga Panas Lawan Adhyaksa

Arixc Ardana | 12 April 2026, 17:54 WIB
Persiraja Kalah Dramatis 3-4, Terancam Sanksi Komdis PSSI Usai Hujan Kartu di Laga Panas Lawan Adhyaksa
Selain Omid Popalzay, yang menerima dua kartu kuning, tiga pemain Persiraja yang mendapat kartu yakni Risna Prahalabenta, Ariel Kurung dan Sheva Fafa

JATENG.AKURAT.CO, Kekalahan dramatis yang dialami Persiraja Banda Aceh dari Adhyaksa FC Banten bukan hanya menyakitkan dari sisi hasil, tetapi juga berpotensi berbuntut panjang.

Laskar Rencong kini berada dalam situasi “sudah jatuh tertimpa tangga” setelah takluk 3-4 di menit akhir sekaligus terancam sanksi dari Komisi Disiplin PSSI akibat banyaknya kartu yang diterima pemain mereka.

Dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 yang digelar di Banten International Stadium, Minggu (12/4/2026), Persiraja sejatinya menunjukkan perjuangan luar biasa.

Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dan bahkan menyamakan skor di masa injury time sebelum akhirnya kebobolan di menit 90+9.

Namun di balik drama enam gol tersebut, pertandingan juga diwarnai tensi tinggi yang berujung pada hujan kartu bagi tim tamu.

Hujan Kartu dan Kartu Merah Jadi Sorotan

Sepanjang pertandingan, Persiraja tercatat menerima lima kartu kuning serta satu kartu merah.

Situasi ini menjadi perhatian serius dan berpotensi menyeret klub asal Aceh tersebut ke meja Komdis PSSI.

Sorotan utama tertuju pada gelandang asing asal Afghanistan, Omid Popalzay, yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Ia menerima dua kartu kuning yang otomatis berbuah kartu merah dalam laga yang berlangsung panas tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tensi pertandingan, terutama menjelang akhir laga saat kedua tim saling ngotot mengejar hasil maksimal.

Keputusan wasit mengeluarkan kartu demi kartu semakin menegaskan betapa keras dan emosionalnya duel tersebut.

Selain Omid Popalzay, yang menerima dua kartu kuning, tiga pemain Persiraja yang mendapat kartu yakni Risna Prahalabenta, Ariel Kurung dan Sheva Fafa.

Dengan jumlah kartu yang cukup banyak, Persiraja berisiko mendapatkan sanksi tambahan, baik berupa denda maupun hukuman lainnya dari Komdis PSSI, yang dikenal tegas dalam menindak pelanggaran disiplin di lapangan.

Perjuangan yang Belum Berbuah Manis

Bermain tandang di kandang lawan, Persiraja mampu menunjukkan mentalitas luar biasa.

Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, mereka bangkit di paruh kedua dan mampu memperkecil skor, bahkan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di masa injury time.

Namun, ketika satu poin sudah di depan mata, mereka harus kembali menerima kenyataan pahit setelah Adhyaksa mencetak gol penentu kemenangan di menit 90+9.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak, tidak hanya karena kehilangan poin, tetapi juga karena cara kekalahan tersebut terjadi—di detik-detik terakhir pertandingan.

Sebelum laga, optimisme sebenarnya sempat mengiringi langkah Persiraja.

Pelatih Jaya Hartono menegaskan bahwa timnya datang dengan persiapan matang meski beberapa pemain mengalami cedera ringan.

Ia bahkan menyebut seluruh pemain dalam kondisi siap tempur setelah menjalani official training tanpa kendala.

Sebanyak 20 pemain diboyong untuk menghadapi laga krusial ini.

“Memang ada beberapa pemain yang masih dalam kondisi cedera ringan, tetapi secara umum kondisi pemain cukup baik,” ujar Jaya sebelum pertandingan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap pertandingan bagi Persiraja saat ini adalah final.

Target untuk menembus papan atas klasemen masih terbuka, meski harus dihadapi dengan sikap realistis.

“Bagi kami, setiap pertandingan adalah final. Kami ingin terus memperbaiki posisi di klasemen dan berusaha masuk ke peringkat satu atau dua. Kesempatan itu masih ada,” katanya.

Namun, sayang hasil kurang maksimal masih didapat saat menghadapi Adhyaksa FC yang berstatus pemuncak klasemen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.