Jateng

Palladino Bela Sistemnya Usai Dihajar Bayern: "Saya Akan Main Lagi dengan Cara yang Sama"

Theo Adi Pratama | 11 Maret 2026, 06:54 WIB
Palladino Bela Sistemnya Usai Dihajar Bayern: "Saya Akan Main Lagi dengan Cara yang Sama"

JATENG.AKURAT.CO, Kekalahan telak 1-6 dari Bayern Munich di leg pertama babak 16 besar Liga Champions menjadi mimpi buruk bagi Atalanta dan pelatihnya, Raffaele Palladino. Namun, di tengah kehancuran itu, Palladino tampil dengan kepala tegak.

Dalam wawancara usai pertandingan, ia mengakui kehebatan lawan, tetapi dengan tegas membela sistem permainan yang ia terapkan.

"Pertama-tama, selamat untuk Bayern. Tim yang sangat kuat, terkadang mereka benar-benar tidak terkejar," ujar Palladino kepada Sky Sport Italia dengan nada pasrah namun tetap menghormati lawan.

Ia juga menyempatkan diri untuk berterima kasih kepada para pendukung yang setia memberikan dukungan hingga peluit panjang berbunyi, meskipun timnya dalam keadaan terpuruk.

Baca Juga: Rating Pemain Atalanta Vs Bayern: Olise Sempurna (9), Bernasconi Mimpi Buruk (4)

"Saya Akan Bermain dengan Cara yang Sama"

Salah satu keputusan paling kontroversial Palladino adalah mengubah formasi menjadi empat bek dan tetap mempertahankan sistem pertahanan man-to-man yang menjadi ciri khas Atalanta.

Sistem ini justru menjadi kelemahan yang dieksploitasi habis-habisan oleh para pemain sayap Bayern seperti Michael Olise dan Serge Gnabry. Namun, Palladino tidak bergeming.

"Ini adalah pengalaman yang akan membuat kami tumbuh. Jika kami harus bermain lagi, saya akan melakukannya dengan cara yang sama. Kami bisa sampai sejauh ini, ke semifinal Coppa Italia dan bersaing di liga, karena mentalitas ini. Jadi saya akan bermain seperti ini lagi," tegasnya .

Ia menambahkan bahwa sistem man-to-man adalah harga mati.

"Kami tidak akan bertahan secara zonal. Kami menerima hasil ini. Kami menang atau kami belajar," ucapnya penuh keyakinan, mengutip filosofi yang sering diucapkan para pelatih top dunia .

Pengakuan atas Superioritas Bayern

Palladino tidak menutup mata terhadap superioritas lawan. Ia secara khusus menyoroti kualitas individu pemain Bayern yang menurutnya belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Mereka selalu memberikan bola kepada pemain di kaki terkuat mereka dengan kecepatan yang tepat. Anda bisa mencoba bermain dalam, tapi mereka tetap akan menyakiti Anda," jelasnya .

Ia juga menyesalkan penurunan performa tim di babak kedua.

"Kami drop di babak kedua. Mereka menggiring bola ke arah Anda dan memiliki pemain sayap yang luar biasa kuat. Mereka adalah tim yang ditakdirkan untuk melaju jauh," puji Palladino .

Fokus ke Depan: Bangkit Lawan Inter

Meski telak, Palladini memastikan timnya akan segera bangkit. Tantangan besar sudah menanti di akhir pekan: bertandang ke San Siro untuk menghadapi pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan.

"Tim selalu bereaksi dengan baik setelah kekalahan, dan kami akan bereaksi mulai Sabtu nanti. Kami menghadapi tim kuat lagi, tapi saya sudah bilang ke pemain, mereka harus menerima hasil ini dan memulihkan energi," pungkasnya .

Palladino juga menyebut absennya sejumlah pilar seperti Ederson, De Ketelaere, dan Raspadori sebagai faktor yang mempersulit rotasi pemain. Namun, ia tetap optimistis bahwa pengalaman pahit ini akan menjadikan timnya lebih kuat.

FAQ Seputar Pernyataan Palladino

Q: Apakah Palladino akan mengubah sistem setelah kekalahan telak ini?
A: Tidak. Palladino menegaskan akan tetap menggunakan sistem man-to-man dan pendekatan yang sama karena itulah yang membawa Atalanta sejauh ini .

Q: Apa yang paling membuat Palladino terkesan dari Bayern?
A: Ia terkesan dengan kualitas individu pemain Bayern, terutama kemampuan mereka mengirim bola ke kaki terkuat dengan kecepatan dan presisi yang tepat .

Q: Apa target Atalanta setelah ini?
A: Fokus utama adalah bangkit di Serie A, khususnya menghadapi Inter Milan di San Siro pada akhir pekan ini .

Q: Apakah Palladino menyalahkan pemainnya?
A: Tidak. Ia justru berterima kasih kepada fans dan mengatakan bahwa pemain telah berjuang hingga akhir .

Penutup

Kekalahan 1-6 dari Bayern Munich adalah tamparan keras bagi Atalanta, tetapi Raffaele Palladino memilih untuk tidak larut dalam penyesalan. Ia berdiri kokoh di balik keyakinannya, percaya bahwa jalan yang telah ditempuh timnya selama ini adalah jalan yang benar.

Fans Bergamo mungkin kecewa, tetapi mereka juga bisa melihat bahwa pelatih mereka memiliki visi dan keberanian untuk bertahan pada prinsip, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun. Kini, semua mata tertuju ke San Siro, di mana Atalanta akan diuji kembali. Bangkit atau semakin terpuruk? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.