Jateng

Senjakala Serie A: Mengapa Wakil Italia Berguguran di Format Baru Liga Champions?

Theo Adi Pratama | 28 Februari 2026, 22:47 WIB
Senjakala Serie A: Mengapa Wakil Italia Berguguran di Format Baru Liga Champions?
Liga Champions

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan panggung megah Liga Champions tanpa dominasi taktik gerendel khas Italia? Rasanya sangat aneh melihat raksasa sekelas AC Milan, Juventus, hingga Inter Milan kesulitan bernapas di kompetisi kasta tertinggi Eropa belakangan ini.

Fenomena wakil Italia berguguran di Liga Champions menjadi topik hangat yang memicu perdebatan panjang di kalangan tifosi. Sejak UEFA memperkenalkan format baru Liga Champions yang berbasis fase liga (league phase), delegasi Serie A seolah kehilangan taringnya. Statistik menunjukkan penurunan drastis jumlah tim Italia yang menembus babak gugur, sebuah ironi bagi liga yang pernah disebut-sebut sebagai kiblat sepak bola dunia.

Pertanyaannya, apakah ini sekadar kebetulan atau memang sinyal kemunduran sepak bola Italia di kancah internasional? Mari kita bedah lebih dalam faktor teknis dan non-teknis di balik rontoknya tim-tim dari Negeri Pizza ini.

Baca Juga: Strategi Como 1907: Benarkah Sang Pengkhianat Sedang Mendobrak Tradisi Kuno Serie A?

1. Perubahan Drastis: Format Baru UCL dan Tantangan Bagi Serie A

Sejarah mencatat bahwa sejak musim 2003/2004, Italia hampir tidak pernah absen mengirimkan wakilnya ke fase 16 besar. Namun, format baru yang meniadakan fase grup tradisional dan menggantinya dengan sistem liga tunggal ternyata menjadi bumerang bagi tim Italia.

Pada musim lalu, dari lima wakil yang dikirim, hanya Inter Milan yang sanggup melaju langsung. Sementara itu, tim lain seperti Juventus, AC Milan, dan Atalanta harus berdarah-darah di babak play-off atau bahkan tersingkir lebih awal. Kegagalan adaptasi terhadap sistem poin dan jadwal yang lebih kompetitif ini menjadi risiko nyata bagi koefisien liga mereka.

2. Kritik Pedas Fabio Capello: Intensitas Rendah dan Taktik Statis

Pelatih legendaris Fabio Capello tidak menahan diri dalam memberikan analisisnya. Menurutnya, akar masalah terletak pada intensitas permainan Serie A yang jauh tertinggal dibandingkan standar global.

  • Kecepatan Bermain: Di Italia, bola seringkali dialirkan dengan ritme lamban dan terlalu banyak penguasaan bola yang tidak efektif (statis).

  • Transisi Kilat: Tim-tim dari Premier League atau Bundesliga sudah berevolusi dengan transisi cepat dan pressing tinggi, sesuatu yang membuat bek-bek Italia sering "kehabisan napas".

  • Kelemahan Fisik: Ketidakmampuan mengimbangi agresivitas fisik lawan mengakibatkan wakil Italia tampak rapuh saat menghadapi tim-tim kuda hitam sekalipun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.