Profil Bodo Glimt: Klub dari Kota Kecil di Norwegia yang Guncang Liga Champions

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka klub kecil dari utara jauh Norwegia bisa bikin raksasa Italia bertekuk lutut? Nama Bodø/Glimt sekarang lagi jadi buah bibir di mana-mana setelah mereka secara ajaib menumbangkan Inter Milan di San Siro pada Selasa malam kemarin.
Kemenangan ini bukan cuma soal poin, tapi tiket bersejarah ke babak 16 besar Liga Champions yang sudah menunggu di depan mata. Bayangkan, tim yang bermarkas di Lingkaran Arktik ini sekarang berpotensi menghadapi Manchester City atau Sporting CP.
Yang lebih gila lagi, status mereka bukan lagi sekadar "tim pelengkap" yang jago kandang, tapi sudah punya mentalitas pemenang saat bermain tandang. Fenomena kejutan Liga Champions ini benar-benar membuktikan kalau uang bukan segalanya di sepak bola modern jika taktik dan mentalitas sudah menyatu.
Siapa Sebenarnya Bodø/Glimt?
Secara geografis, klub ini terletak di kota Bodø yang hanya dihuni sekitar 40.000 penduduk. Jaraknya sangat jauh dari ibu kota Oslo, bahkan kebanyakan orang harus naik pesawat kalau mau ke sana.
Berdiri sejak 1916, klub ini sebenarnya "anak baru" dalam hal prestasi; mereka baru mencicipi gelar juara liga utama Norwegia pertama kali pada tahun 2020.
Stadion mereka, Aspmyra Stadion, cuma punya kapasitas 8.000 kursi—sangat kontras kalau dibandingkan dengan kemegahan San Siro atau Etihad. Tapi jangan salah, stadion mungil inilah yang sering jadi "kuburan" bagi tim-tim besar Eropa yang kaget dengan cuaca ekstrem di utara.
Bukan Sekadar Keberuntungan: Daftar Korban Sang Raksasa Pembunuh
Inter Milan bukanlah klub besar pertama yang mereka permalukan. Di musim ini saja, dalam ajang Liga Champions, mereka sudah berhasil:
Mengalahkan Manchester City di fase grup.
Menumbangkan Atletico Madrid.
Menahan imbang Borussia Dortmund.
Tapi jujur saja, kemenangan kandang-tandang lawan Inter Milan ini mungkin jadi pencapaian paling epik sepanjang sejarah klub. Apalagi ini adalah musim debut mereka di Liga Champions! Padahal, di awal fase liga, mereka sempat terpuruk di posisi ke-32 klasemen tanpa kemenangan. Hebatnya, mereka bangkit tepat waktu saat harus menghadapi laga hidup-mati.
Ingatkah Anda? José Mourinho pernah merasakan kekalahan terbesar sepanjang kariernya saat AS Roma dibantai 6-1 oleh Bodo di ajang Europa Conference League tahun lalu. Jadi, kemenangan atas Inter ini sebenarnya sudah ada "tanda-tandanya".
Rahasia Sukses: Pilot Tempur dan Kekuatan Mental
Apa sih yang berubah? Banyak yang bilang titik baliknya adalah tahun 2017 saat mereka merekrut Bjorn Mannsverk. Uniknya, dia bukan pelatih bola, melainkan mantan pilot jet tempur yang pernah bertugas di Afghanistan dan Libya.
Mannsverk dibawa masuk untuk menangani "kerusakan mental kolektif" tim yang saat itu baru saja terdegradasi. Dia menerapkan teknik pelatihan mental ala militer, termasuk meditasi dan latihan fokus untuk membangun resiliensi (ketangguhan). Hasilnya? Dari nyaris terdegradasi di 2018, mereka langsung juara liga di 2020, 2021, 2023, dan 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'









