Jateng

Profil Bodo Glimt: Klub dari Kota Kecil di Norwegia yang Guncang Liga Champions

Theo Adi Pratama | 2 Maret 2026, 15:08 WIB
Profil Bodo Glimt: Klub dari Kota Kecil di Norwegia yang Guncang Liga Champions
Bodo Glimt

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sangka klub kecil dari utara jauh Norwegia bisa bikin raksasa Italia bertekuk lutut? Nama Bodø/Glimt sekarang lagi jadi buah bibir di mana-mana setelah mereka secara ajaib menumbangkan Inter Milan di San Siro pada Selasa malam kemarin.

Kemenangan ini bukan cuma soal poin, tapi tiket bersejarah ke babak 16 besar Liga Champions yang sudah menunggu di depan mata. Bayangkan, tim yang bermarkas di Lingkaran Arktik ini sekarang berpotensi menghadapi Manchester City atau Sporting CP.

Yang lebih gila lagi, status mereka bukan lagi sekadar "tim pelengkap" yang jago kandang, tapi sudah punya mentalitas pemenang saat bermain tandang. Fenomena kejutan Liga Champions ini benar-benar membuktikan kalau uang bukan segalanya di sepak bola modern jika taktik dan mentalitas sudah menyatu.

Siapa Sebenarnya Bodø/Glimt?

Secara geografis, klub ini terletak di kota Bodø yang hanya dihuni sekitar 40.000 penduduk. Jaraknya sangat jauh dari ibu kota Oslo, bahkan kebanyakan orang harus naik pesawat kalau mau ke sana.

Berdiri sejak 1916, klub ini sebenarnya "anak baru" dalam hal prestasi; mereka baru mencicipi gelar juara liga utama Norwegia pertama kali pada tahun 2020.

Stadion mereka, Aspmyra Stadion, cuma punya kapasitas 8.000 kursi—sangat kontras kalau dibandingkan dengan kemegahan San Siro atau Etihad. Tapi jangan salah, stadion mungil inilah yang sering jadi "kuburan" bagi tim-tim besar Eropa yang kaget dengan cuaca ekstrem di utara.

Bukan Sekadar Keberuntungan: Daftar Korban Sang Raksasa Pembunuh

Inter Milan bukanlah klub besar pertama yang mereka permalukan. Di musim ini saja, dalam ajang Liga Champions, mereka sudah berhasil:

  • Mengalahkan Manchester City di fase grup.

  • Menumbangkan Atletico Madrid.

  • Menahan imbang Borussia Dortmund.

Tapi jujur saja, kemenangan kandang-tandang lawan Inter Milan ini mungkin jadi pencapaian paling epik sepanjang sejarah klub. Apalagi ini adalah musim debut mereka di Liga Champions! Padahal, di awal fase liga, mereka sempat terpuruk di posisi ke-32 klasemen tanpa kemenangan. Hebatnya, mereka bangkit tepat waktu saat harus menghadapi laga hidup-mati.

Ingatkah Anda? José Mourinho pernah merasakan kekalahan terbesar sepanjang kariernya saat AS Roma dibantai 6-1 oleh Bodo di ajang Europa Conference League tahun lalu. Jadi, kemenangan atas Inter ini sebenarnya sudah ada "tanda-tandanya".

Rahasia Sukses: Pilot Tempur dan Kekuatan Mental

Apa sih yang berubah? Banyak yang bilang titik baliknya adalah tahun 2017 saat mereka merekrut Bjorn Mannsverk. Uniknya, dia bukan pelatih bola, melainkan mantan pilot jet tempur yang pernah bertugas di Afghanistan dan Libya.

Mannsverk dibawa masuk untuk menangani "kerusakan mental kolektif" tim yang saat itu baru saja terdegradasi. Dia menerapkan teknik pelatihan mental ala militer, termasuk meditasi dan latihan fokus untuk membangun resiliensi (ketangguhan). Hasilnya? Dari nyaris terdegradasi di 2018, mereka langsung juara liga di 2020, 2021, 2023, dan 2024.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.