Semangat Kartini Hidupkan Peran Perempuan, Semarang Perkuat Pembangunan Inklusif

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2024) menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Di Kota Semarang, peringatan ke-147 ini dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kontribusi perempuan agar semakin nyata dalam berbagai sektor pembangunan.
Peringatan tersebut juga selaras dengan arah pembangunan Kota Semarang periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng. Pembangunan difokuskan pada lima pilar utama, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh. Kelima pilar ini menjadi dasar dalam merancang program yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian acara, akan digelar talk show yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Abimanyu, S.Psi, M.Psi, Psikolog, yang membahas seni mengelola kesehatan mental perempuan, serta Syanaz Nadya Winanto Putri yang mengangkat tema membangun kepercayaan diri sebagai kunci kesuksesan perempuan mandiri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Eko Krisnarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga akan diisi dengan prosesi simbolis berupa pemotongan tumpeng oleh wali kota, serta diikuti peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan organisasi perempuan se-Kota Semarang.
“Selain pemotongan tumpeng, akan ada talkshow dengan peserta OPD dan organisasi wanita se-Kota Semarang,” ujarnya, Senin (20/4).
Momentum Hari Kartini turut dimanfaatkan untuk mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan berbasis keluarga, penguatan ekonomi melalui UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan inspirasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender. Selain itu, diharapkan perempuan semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Peringatan ini mendukung implementasi lima tagline pembangunan Kota Semarang, meningkatkan kapasitas perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat,” pungkas Eko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



