Jateng

Geger! Perempuan 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kos Purwodadi Grobogan

Dody H | 21 April 2026, 10:47 WIB
Geger! Perempuan 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kos Purwodadi Grobogan
ilustrasi mayat (shutterstock)

JATENG.AKURAT.CO, Warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dibuat heboh dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar mandi rumah kos, Senin (20/4) pagi.

Korban diketahui berinisial H (57), seorang karyawan asal Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Grobogan. 

Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar mandi kos tempatnya tinggal.

Baca Juga: Vonis 3 Tahun Kasus Tongtek Maut di Pati Picu Amarah Massa, Ibu Korban Pingsan di PN Pati

Kapolsek Purwodadi, AKP Siswanto, mengungkapkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB. 

Saat ditemukan, posisi korban terlentang di atas kloset.

Sebelumnya, korban sempat terlihat pulang ke kos sekitar pukul 05.00 WIB dan melakukan aktivitas seperti biasa, termasuk membersihkan kamar. 

Tak lama kemudian, ia masuk ke kamar mandi untuk mandi.

Baca Juga: SDN 2 Waluyo Kebumen Dibobol Maling, 15 Laptop Raib, Kerugian Capai Rp90 Juta

Namun, kecurigaan muncul ketika penghuni lain tidak mendengar suara air dalam waktu cukup lama. 

Seorang saksi kemudian mencoba mengecek dengan mengintip melalui celah pintu kamar mandi dan melihat kaki korban sudah tergeletak.

“Karena merasa ada yang tidak beres, pintu kamar mandi akhirnya dibuka paksa oleh pengelola kos bersama warga,” jelas AKP Siswanto.

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tanpa mengenakan pakaian.

Baca Juga: Wujudkan Purbalingga Bersinar, Seluruh Anggota DPRD Jalani Tes Urine Mendadak

Petugas dari Unit Reskrim Polsek Purwodadi bersama Tim Inafis Polres Grobogan serta PMI segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah obat-obatan milik korban di dalam lemari, termasuk obat penurun tekanan darah dan cairan pembersih berbahan alkohol.

Sementara itu, hasil pemeriksaan medis luar oleh tim dokter RSUD dr Raden Soedjati Purwodadi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada indikasi penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal akibat komplikasi penyakit, yakni hipertensi dan diabetes yang memang dideritanya,” terang Kapolsek.

Pihak keluarga korban yang diwakili oleh adik kandungnya menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Usai proses pemeriksaan, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.