Jateng

Kirab KH Sholeh Darat Dorong Perputaran Ekonomi Rakyat di Tengah Arus Globalisasi

Muhammad Husni Mushonifi | 19 April 2026, 19:43 WIB
Kirab KH Sholeh Darat Dorong Perputaran Ekonomi Rakyat di Tengah Arus Globalisasi

JATENG.AKURAT.CO, Kirab Budaya KH Sholeh Darat yang digelar di Semarang, Minggu (19/4/2026), menghadirkan dampak nyata bagi perekonomian warga.

Di balik nuansa religius dan historis, kegiatan ini justru menonjol sebagai momentum kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat.

Sejak diberangkatkan pukul 08.00 WIB dari Kampung Melayu menuju Lapangan Kuningan, ratusan peserta kirab memancing keramaian di sepanjang rute.

Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang kaki lima hingga UMKM, yang meraup keuntungan dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Aktivitas ekonomi tampak hidup di hampir setiap titik yang dilalui kirab.

Kawasan-kawasan bersejarah yang menjadi lintasan acara berubah menjadi pusat interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat, menciptakan perputaran uang yang signifikan dalam waktu singkat.

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, menilai geliat ekonomi yang muncul menjadi bukti bahwa kegiatan budaya mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya melihat kegiatan masyarakat di kanan kiri sangat ramai, banyak yang berjualan. Ini sangat bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa penguatan ekonomi lokal tidak bisa dilepaskan dari peran kebudayaan.

Menurutnya, tantangan masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan dominasi ekonomi berbasis modal besar.

“Hari ini secara ekonomi kita dijajah oleh pihak-pihak para pemimpin kapital modal. Enggak punya modal pasti enggak bisa usaha, enggak bisa sekolah, bahkan enggak bisa hidup dengan sehat,” katanya.

Ia menekankan bahwa kegiatan budaya seperti kirab mampu menjadi benteng ekonomi masyarakat karena mendorong perputaran uang tetap berada di tingkat lokal.

“Kebudayaan seperti ini akan membuat perekonomian berputar di sini, dari kita, oleh kita, untuk kita,” tegasnya.

Selain berdampak ekonomi, kirab ini juga menjadi sarana menghidupkan kembali nilai perjuangan KH Sholeh Darat dalam membangun kesadaran sosial melalui pendekatan budaya.

Tokoh tersebut dikenal menggunakan bahasa Jawa dalam menyampaikan ajaran, sehingga mudah diterima masyarakat luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian haul sekaligus upaya memperkuat pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.

“Kiai Soleh Darat itu adalah salah satu tokoh yang sedang kita usulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,” ujarnya.

Pemikiran KH Sholeh Darat juga diakui memberi pengaruh besar terhadap tokoh nasional seperti Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan, dan R.A. Kartini.

Melalui pelibatan generasi muda, kirab budaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan nilai-nilai lokal sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, kirab tidak lagi sekadar tradisi tahunan, melainkan menjadi strategi nyata dalam menghadapi tekanan globalisasi melalui kekuatan budaya lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.