Cegah Tragedi Silayur, Pengelola Taman Industri BSB Dirikan Portal, Langkah Nyata Menjaga Nyawa

JATENG.AKURAT.CO, Upaya meningkatkan keselamatan di jalur rawan kecelakaan turinan Silayur terus diperkuat.
Menyusul kondisi lalu lintas yang kian mengkhawatirkan di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan, khususnya di kawasan turunan Silayur, pengelola Taman Industri Bumi Semarang Baru (BSB) resmi memberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat melalui sistem portal buka-tutup.
Kebijakan ini diterapkan oleh PT Karyadeka Alam Lestari sebagai pengelola kawasan industri BSB, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan bernomor 101/SK-EM/KAL/IV/2026 tertanggal 10 April 2026.
General Manager Operasional PT Karyadeka Alam Lestari, Eddy Purnama, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas teguran dan instruksi dari Dinas Perhubungan Kota Semarang terkait pembatasan jam operasional kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton.
“Mulai 10 April 2026 pukul 12.00 WIB, operasional portal diberlakukan di dua titik, yakni Pintu Keluar Utara di samping Posko Keamanan BSB City dan Pintu Keluar Selatan di depan Uptown Mall,” jelasnya, Senin (13/4/2026).
Portal tersebut memiliki batas ketinggian maksimal 3,5 meter. Kendaraan dengan dimensi melebihi batas tersebut tidak dapat melintas pada jam sibuk.
Portal hanya akan dibuka pada pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB, menyesuaikan dengan ketentuan jam operasional kendaraan berat di Jalan Raya Ngaliyan.
Kebijakan ini secara langsung berdampak pada aktivitas distribusi logistik di kawasan BSB dan sekitarnya.
Para tenant industri diminta menyesuaikan jadwal operasional armada, termasuk pengiriman barang yang disarankan dilakukan pada malam hari guna menghindari pembatasan.
Selain itu, pengelola juga mengimbau seluruh tenant untuk mengutamakan keselamatan dengan memastikan kelayakan armada secara rutin, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman.
Informasi ini juga mulai disebarluaskan kepada para sopir truk dan pelaku ekspedisi, baik di dalam maupun luar kota.
Mereka diharapkan dapat memahami kebijakan tersebut serta menyesuaikan jadwal pengiriman, terutama untuk tujuan BSB, Boja, dan wilayah sekitarnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku industri, diharapkan angka kecelakaan di jalur rawan seperti Silayur dapat ditekan, sekaligus menciptakan sistem logistik yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






