UPDATE! Iran Ajukan Syarat Damai, Tolak Keras Proposal 15 Poin Gencatan Senjata AS-Israel Karena Alasan Ini

JATENG.AKURAT.CO, Iran akhirnya membeberkan sikap resminya terkait upaya penghentian perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Teheran tidak hanya mengajukan sejumlah syarat untuk perdamaian, tetapi juga secara tegas menolak proposal damai 15 poin yang disusun oleh Donald Trump.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa tanggapan resmi tersebut telah dikirimkan ke Washington melalui jalur perantara.
Saat ini, Iran masih menunggu respons balik dari Amerika Serikat.
Di sisi lain, Trump sebelumnya memperingatkan agar Iran “segera bersikap serius sebelum semuanya terlambat”.
Namun Teheran menilai pembicaraan langsung dengan Washington saat ini tidak realistis, meski menegaskan pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Alasan Iran Tolak Proposal Damai AS
Dikutip dari The Telegraph, Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa proposal 15 poin dari Amerika Serikat telah dikaji secara mendalam oleh pejabat tinggi Iran, termasuk perwakilan Pemimpin Tertinggi.
Hasilnya, Iran menilai proposal tersebut tidak adil dan cenderung menguntungkan pihak AS serta Israel.
Menurut pejabat tersebut, inti masalah terletak pada isi proposal yang dianggap merugikan Iran.
“Secara singkat, proposal itu meminta Iran melepaskan kemampuan membela diri, sebagai imbalan atas rencana pencabutan sanksi yang tidak jelas,” ujarnya.
Tak hanya itu, Iran juga meragukan keseriusan Amerika dalam bernegosiasi.
Mereka menilai rekam jejak Washington yang tetap melancarkan operasi militer di tengah proses diplomasi membuat kepercayaan semakin runtuh.
=====
Daftar Tuntutan Iran untuk Perdamaian
Sebagai balasan atas proposal AS, Iran mengajukan sejumlah tuntutan utama yang menjadi syarat mutlak penghentian perang:
Penghentian total serangan dan aksi pembunuhan
Iran menuntut semua bentuk agresi militer dihentikan tanpa pengecualian.Kompensasi kerugian akibat perang
Teheran meminta ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik berlangsung.Gencatan senjata di semua фрон konflik
Termasuk penghentian pertempuran antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon selatan.Pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz
Iran menegaskan bahwa kontrol atas jalur strategis energi dunia tersebut adalah hak sah yang tidak bisa ditawar.
“Kedaulatan Iran atas Selat Hormuz adalah hak alami dan legal, serta menjadi jaminan pelaksanaan komitmen pihak lain,” kata sumber terkait.
Konflik Meluas, Diplomasi Masih Buntu
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah Israel melancarkan operasi militer baru terhadap Hezbollah di Lebanon selatan, tak lama setelah perang dengan Iran dimulai.
Sementara itu, upaya diplomasi masih menemui jalan buntu. Hingga kini belum ada kesepakatan untuk memulai negosiasi resmi antara kedua pihak.
Meski begitu, sejumlah negara seperti Turkey dan Pakistan dilaporkan tengah berupaya menjembatani perbedaan guna mencari titik temu antara Iran dan Amerika Serikat.
Ketidakpercayaan Jadi Penghalang Utama
Sumber dari pihak Iran menegaskan bahwa krisis kepercayaan menjadi hambatan terbesar dalam proses damai saat ini.
“Jika sebelumnya Iran meragukan komitmen Amerika terhadap perjanjian, kini Iran sepenuhnya meragukan kesediaan Amerika untuk benar-benar bernegosiasi,” ujarnya.
Dengan posisi yang masih saling berseberangan, masa depan upaya perdamaian antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pun masih dipenuhi ketidakpastian.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






