Banjir Kepung Sekolah di Kendal, Puluhan Ruang Kelas Terendam, Siswa Terpaksa Diliburkan

JATENG.AKURAT.CO, Derasnya banjir yang melanda Kabupaten Kendal menyisakan potret pilu dunia pendidikan. Puluhan sekolah dari jenjang TK hingga SMP terendam air sejak Sabtu lalu, memaksa aktivitas belajar mengajar lumpuh total.
Pada Senin pagi (19/1/2026), ketika air mulai berangsur surut, halaman sekolah masih dipenuhi lumpur tebal dan sisa genangan yang menjadi saksi bisu terhentinya pendidikan ribuan siswa.
Di antara sekolah terdampak parah adalah SMP Negeri 1 Kendal dan SD Negeri 2 Pegulon. Air banjir sempat masuk dan menenggelamkan seluruh ruang kelas, meninggalkan dinding kusam, lantai licin, serta bau lumpur yang menyengat.
Sejak pagi, penjaga sekolah dan para guru bahu-membahu membersihkan ruang kelas dengan peralatan seadanya, berharap sekolah dapat segera digunakan kembali.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mencatat, puluhan sekolah negeri maupun swasta terdampak banjir di berbagai kecamatan.
Di Kecamatan Kendal terdapat 12 SMP dan 16 SD yang terendam. Kecamatan Rowosari mencatat enam sekolah terdampak, Brangsong 16 SD dan empat sekolah lainnya, Ringinarum satu TK/PAUD, Kaliwungu empat SD, Pegandon dua SD, serta Ngampel dua sekolah.
Hampir seluruh wilayah terdampak banjir menyisakan persoalan serupa, ruang kelas kotor, fasilitas belajar terganggu, dan siswa terpaksa belajar dari rumah.
Kepala SD Negeri 2 Pegulon Kendal, Kholifah, mengungkapkan banjir mulai memasuki area sekolah sejak Sabtu dan merendam seluruh ruang kelas. Meski demikian, pihak sekolah bergerak cepat menyelamatkan aset penting.
“Komputer, buku, dan dokumen penting sudah kami amankan. Alhamdulillah tidak ada aset sekolah yang rusak, namun kegiatan belajar mengajar terpaksa kami hentikan,” ujarnya.
Untuk menjaga hak belajar siswa, pembelajaran sementara dialihkan secara daring. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi siswa yang terdampak banjir di rumah mereka.
Karena halaman sekolah masih tergenang dan lumpur mengendap tebal, pihak sekolah meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal.
Selang air bertekanan tinggi dikerahkan untuk menyemprot lumpur yang menutup lantai dan halaman sekolah.
Petugas Damkar Kendal, Aput Eka Wartana, mengatakan pihaknya menerima banyak permintaan bantuan pembersihan dari sekolah-sekolah terdampak.
“Sejak pagi kami fokus membersihkan sekolah terlebih dahulu agar proses belajar mengajar bisa segera normal. Untuk kantor pemerintahan yang juga terdampak, sementara belum kami tangani,” jelasnya.
Hingga Senin siang, proses pembersihan masih terus berlangsung. Harapan besar menggantung di setiap ruang kelas yang berlumpur, agar dalam waktu dekat bel sekolah kembali berbunyi dan tawa siswa kembali menghidupkan sekolah-sekolah yang sempat lumpuh akibat amukan banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










