Jateng

Sidang Kasus Tongtek Berdarah di Pati Ricuh: Warga Kecewa hingga Lempar Mobil Tahanan

Dody H | 7 April 2026, 10:19 WIB
Sidang Kasus Tongtek Berdarah di Pati Ricuh: Warga Kecewa hingga Lempar Mobil Tahanan
Keluarga korban melempari mobil tahanan di PN Pati, Senin (6/4). (instagram @pativiral)

JATENG.AKURAT.CO, Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Pati mendadak mencekam pada Senin (6/4). 

Kekecewaan warga Kecamatan Kayen memuncak saat mengawal sidang kasus pengeroyokan maut dalam tradisi tongtek yang menewaskan seorang pemuda berinisial FD (18).

Aksi massa yang tak terbendung mengakibatkan mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati menjadi sasaran amukan warga. Berikut adalah fakta-fakta di balik kericuhan tersebut:

Ratusan warga sedianya datang ke PN Pati untuk memberikan dukungan moral dan mengawal jalannya keadilan bagi korban. 

Namun, harapan mereka pupus setelah mengetahui bahwa persidangan dilakukan secara tertutup.

Ketidakterbukaan pihak pengadilan membuat massa yang sudah menunggu berjam-jam merasa dianaktirikan. 

Sambil membawa berbagai baliho tuntutan keadilan, warga tetap bertahan di area pengadilan hingga sidang berakhir.

Puncak kemarahan warga terjadi saat mobil tahanan Kejari Pati hendak keluar dari area pengadilan. 

Massa yang emosional mulai melemparkan sandal dan mengejar kendaraan tersebut. 

Beruntung, aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi segera bertindak cepat mengamankan situasi, sehingga mobil tahanan berhasil melaju meninggalkan kerumunan tanpa kerusakan fatal.

Kakek korban, Sumardi, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam. 

Ia mengaku pihak keluarga justru tidak mendapatkan pemberitahuan resmi terkait agenda sidang, padahal ini adalah persidangan kedua.

"Kami sangat kecewa, kenapa sidangnya tertutup? Keluarga bahkan tidak diberi tahu. Kami mohon jangan ada yang ditutup-tutupi. Pelaku harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku," tegas Sumardi dengan nada bicara yang bergetar.

Kasus yang menyita perhatian publik Pati ini bermula saat bulan Ramadan lalu. 

Korban, FD, yang saat itu sedang berkeliling membangunkan warga sahur (tongtek), terlibat perselisihan dengan sekelompok orang.

Nahas, perselisihan tersebut berujung pada aksi pengeroyokan brutal. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk senjata tajam. 

Hingga kini, warga Kayen terus memantau kasus ini demi memastikan keadilan bagi almarhum FD yang masih sangat muda.

Pihak keluarga dan warga berharap proses hukum selanjutnya dapat berjalan lebih terbuka agar masyarakat dapat melihat langsung proses penegakan keadilan di Kabupaten Pati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.