H&M Tutup 160 Gerai di 2026 dan Buka 80 Gerai Baru di Pasar Berkembang, Langkah Restrukturisasi di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen

JATENG.AKURAT.CO, Raksasa fesyen cepat asal Swedia, H&M, kembali mengguncang industri ritel global dengan pengumuman terbarunya.
Perusahaan yang berdiri sejak 1947 ini berencana menutup sekitar 160 toko fisik di seluruh dunia sepanjang tahun 2026, sebagai bagian dari strategi restrukturisasi besar-besaran yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.
Keputusan ini bukanlah langkah mundur, melainkan sebuah transformasi.
Di era di mana belanja online telah menjadi kebiasaan, H&M memilih untuk beradaptasi dengan menggeser fokus utamanya ke ranah digital, tepatnya e-commerce, sembari mempertahankan gerai-gerai unggulan yang paling strategis dan menguntungkan.
Transformasi ini merupakan kelanjutan dari penutupan 163 toko sebelumnya, yang mana total sejak 2019 hingga 2025, H&M telah menutup hampir 1.000 gerai dari puncak kejayaannya yang mencapai lebih dari 5.000 lokasi.
Perubahan ini dipicu oleh pergeseran fundamental perilaku konsumen global yang kini lebih memilih berbelanja dari rumah.
Para pembeli cenderung lebih berorientasi pada nilai, lebih sering berbelanja online, dan tidak lagi loyal pada toko fisik seperti dulu.
CEO H&M, Daniel Ervér, menegaskan bahwa restrukturisasi ini adalah langkah untuk menciptakan model bisnis yang lebih efisien dan fokus pada pertumbuhan jangka panjang.
"Kami terus berfokus pada penguatan penawaran inti kami dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih inspiratif," ujarnya, seraya menambahkan bahwa perusahaan berinvestasi di toko fisik dan kanal digital secara bersamaan.
Penurunan Pendapatan & Langkah Efisiensi
Restrukturisasi ini tak lepas dari tekanan pada kinerja keuangan H&M.
Pada kuartal pertama 2026 (Desember-Februari), perusahaan mencatat penurunan penjualan sekitar 1 persen dalam mata uang lokal dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini sebagian besar disebabkan oleh optimalisasi portofolio toko yang berdampak negatif pada penjualan jangka pendek akibat penutupan dan pembangunan kembali gerai.
Penutupan gerai ini merupakan bagian dari upaya efisiensi untuk meningkatkan produktivitas per meter persegi, sekaligus menekan biaya operasional yang terkait dengan staf, sewa, dan kelebihan persediaan.
Dengan mengurangi jejak ritel fisik, H&M berharap dapat mencapai margin keuntungan yang lebih tinggi secara keseluruhan.
"Tutup 160, Buka 80": Ekspansi Selektif
Menariknya, di tengah gelombang penutupan masif, H&M tetap menunjukkan gigi taringnya dengan rencana ekspansi yang selektif.
Perusahaan tidak hanya berencana menutup 160 toko, tetapi juga membuka sekitar 80 gerai baru di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Pasar berkembang seperti Amerika Latin menjadi target utama. H&M berencana membuka tujuh toko baru di Brazil pada 2026, termasuk di Rio de Janeiro.
Selain itu, perusahaan juga akan memasuki pasar baru seperti Paraguay dan Malta.
Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun mengurangi jumlah gerai secara global, H&M tetap percaya pada kekuatan toko fisik sebagai bagian integral dari pengalaman merek, asalkan ditempatkan di lokasi yang tepat dan menguntungkan.
E-commerce: Tulang Punggung Baru H&M
Inti dari strategi transformasi H&M adalah penguatan kanal digital.
Saat ini, penjualan online telah menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan.
H&M menyadari bahwa pelanggan masa kini menginginkan fleksibilitas untuk berbelanja di mana pun, kapan pun, dan melalui kanal apa pun yang mereka pilih—baik di toko, situs web, maupun media sosial.
Perusahaan mengadopsi pendekatan omnichannel, yang mengintegrasikan toko fisik dan platform digital dalam satu ekosistem yang mulus.
Ini berarti pelanggan bisa memesan secara online dan mengambil di toko (click-and-collect), atau sebaliknya, melihat barang di toko lalu membelinya secara digital.
Fokus pada e-commerce juga memungkinkan H&M untuk mengelola inventaris dengan lebih efisien, mengurangi kelebihan stok, dan merespons tren mode yang berubah dengan lebih cepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apakah penutupan 160 gerai H&M ini berdampak pada Indonesia?
A: Laporan yang ada belum menyebutkan secara spesifik negara mana saja yang terdampak. Namun, mengingat ini adalah kebijakan global, ada kemungkinan beberapa gerai H&M di Indonesia juga ikut ditutup. Sebaiknya pantau pengumuman resmi dari H&M Indonesia untuk informasi lebih lanjut.
Q: Berapa total gerai H&M saat ini?
A: Hingga akhir kuartal pertama 2026, H&M tercatat memiliki sekitar 4.050 gerai di seluruh dunia, turun sekitar 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Q: Apakah semua karyawan di gerai yang ditutup akan di-PHK?
A: H&M menyatakan bahwa optimalisasi toko ini akan mengurangi biaya terkait staf. Di beberapa negara, seperti AS, perusahaan telah mengajukan pemberitahuan PHK massal sesuai dengan WARN Act. Namun, detail tentang nasib karyawan di setiap negara mungkin berbeda.
Q: Apakah H&M akan menghilang dari pusat perbelanjaan?
A: Tidak. H&M tetap akan hadir di pusat perbelanjaan, tetapi jumlahnya akan lebih sedikit. Perusahaan akan memprioritaskan toko-toko unggulan di lokasi-lokasi premium dan strategis, serta toko-toko yang terintegrasi dengan layanan digital.
Penutup
Keputusan H&M untuk menutup 160 gerai di tahun 2026 adalah sebuah momen penting yang menandai berakhirnya era ekspansi fisik massal di industri fesyen cepat dan dimulainya era dominasi pengalaman belanja digital.
Ini adalah respons terhadap perubahan fundamental dalam cara kita berbelanja.
Bagi konsumen, ini berarti kemungkinan akan ada lebih sedikit pilihan untuk "mencicipi" langsung produk H&M di pusat perbelanjaan, tetapi sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan pengalaman belanja online yang lebih lancar dan terintegrasi.
Seperti yang diprediksi para ahli, masa depan ritel fesyen adalah hybrid, dan H&M, dengan langkah ini, telah memilih untuk menjadi pemain utama di panggung baru tersebut.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda akan merindukan berjalan-jalan di toko H&M, atau Anda justru lebih suka kemudahan berbelanja online? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






