Sukacita Keberagaman Warnai Wisuda SCU, Rektor Tekankan Ketangguhan dan Integritas Lulusan

JATENG.AKURAT.CO, Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda di Soegijapranata Catholic University (SCU) pada Sabtu, 11 April 2026, yang berlangsung di Gedung Albertus Kampus Bendan, Semarang.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga refleksi perjalanan panjang para mahasiswa yang kini resmi menyandang gelar sarjana dan jenjang lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor SCU Ir R Setiawan Aji Nugroho, ST MCompIT PhD, menyampaikan pesan yang sarat makna, sekaligus mengaitkan momen wisuda dengan keberagaman yang tengah dirayakan melalui berbagai hari besar keagamaan.
“Pada kesempatan ini sekaligus saya mengucapkan bagi yang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rahayu Wilujeng; Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin; dan Selamat Hari Raya Paskah, semoga kebangkitanNya selalu meneguhkan kita untuk mensyukuri semua berkatNya. Beberapa peringatan hari suci ini menjadi simbol indahnya keragaman sebagai karunia dan menjadi tema wisuda kali ini, yakni sukacita perjumpaan, berjumpa dan menyala dalam indahnya keberagaman,” ujar Rektor.
Tema tersebut menjadi benang merah dalam keseluruhan prosesi wisuda, mencerminkan semangat inklusivitas dan kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan kampus maupun masyarakat luas.
Rektor juga mengajak para wisudawan untuk memaknai perjalanan yang telah dilalui.
Ia menekankan bahwa keberhasilan hari ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.
Ia menggambarkan bagaimana perjalanan mahasiswa dimulai dari keraguan, diwarnai berbagai dinamika seperti tugas akademik yang tidak pernah berhenti, aktivitas organisasi, hingga tekanan yang kerap menguras energi dan hampir membuat menyerah. Namun, semua itu justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter.
Menurutnya, para wisudawan yang berdiri hari ini bukan lagi pribadi yang sama seperti saat pertama kali memasuki bangku kuliah.
Mereka telah bertumbuh tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam ketangguhan dan kedewasaan berpikir.
Setelah prosesi wisuda, para lulusan diharapkan mampu mewujudkan mimpi menjadi nyata dengan bekal yang telah dimiliki, mulai dari ilmu pengetahuan, pengalaman, hingga keterampilan teknis dan nonteknis, serta pola pikir yang matang dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Capaian para lulusan SCU juga tercermin dalam data akademik yang disampaikan.
Pada wisuda kali ini, terdapat 523 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.
Khusus untuk program sarjana, rata-rata masa studi tercatat empat tahun dengan tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 81 persen.
Sementara itu, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan tergolong singkat, yakni rata-rata 0,55 bulan.
Bahkan, sekitar 17 persen lulusan telah lebih dahulu bekerja, baik secara penuh maupun paruh waktu, dengan rata-rata penghasilan sebesar Rp5,6 juta per bulan.
Para lulusan tersebut tersebar di berbagai perusahaan, antara lain Artaboga dan Nayati, serta sejumlah perusahaan lainnya.
Rektor menilai capaian ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan di SCU mampu memberikan bekal yang kuat bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan.
Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian akibat dinamika geopolitik dan perubahan dunia yang berlangsung cepat, lulusan dituntut untuk tetap adaptif dan tangguh.
Menurutnya, dunia saat ini bergerak tanpa memberi aba-aba, sehingga pendidikan harus menjadi fondasi yang membantu seseorang tetap berdiri teguh dalam situasi tidak menentu dan terus melangkah meski arah belum sepenuhnya jelas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupan.
Tidak hanya kecerdasan yang dibutuhkan, tetapi juga kepercayaan dan makna dalam setiap tindakan.
Rektor mengingatkan para wisudawan untuk selalu mengingat momen kelulusan sebagai bukti nyata dari ketekunan dan kerja keras yang telah mereka lalui.
Ia berharap para lulusan siap menghadapi tantangan dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, bahkan dalam situasi yang tidak terlihat oleh orang lain.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan berlangsung.
Peran keluarga dinilai sangat penting sebagai fondasi keberhasilan para wisudawan hingga mencapai titik ini.
Setelah wisuda, para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga harapan besar dari keluarga, almamater, masyarakat, dan bangsa.
Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat dan kontribusi nyata di lingkungan sekitarnya.
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan harapan dan doa agar para lulusan senantiasa mendapat perlindungan dan bimbingan dalam setiap langkah kehidupan.
Ia juga mengutip filosofi Jawa yang sarat makna, bahwa hidup seharusnya memberi manfaat bagi orang lain.
Urip iku kudu urup, migunani tumraping liyan. Berkah Dalem.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






