Jateng

Dies Natalis ke-56 UIN Walisongo: Teguhkan Kampus Humanis, Inovatif, dan Berdaya Saing Global

Muhammad Husni Mushonifi | 6 April 2026, 18:52 WIB
Dies Natalis ke-56 UIN Walisongo: Teguhkan Kampus Humanis, Inovatif, dan Berdaya Saing Global
Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.,

JATENG.AKURAT.CO, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menegaskan posisinya sebagai kampus unggul dan progresif melalui Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-56 yang digelar di Gedung Tgk Ismail Yakub, Senin (6/4/2026). Momentum ini menjadi etalase capaian sekaligus ajakan terbuka bagi masyarakat untuk melihat kiprah UIN Walisongo sebagai pusat ilmu, inovasi, dan nilai kemanusiaan.

Mengusung semangat kemajuan, peringatan tahun ini dihadiri sekitar 500 sivitas akademika dan tamu undangan. Acara dibuka oleh Sekretaris Senat, Prof. Ibnu Hadjar, yang menegaskan pentingnya adaptasi di tengah perubahan zaman tanpa meninggalkan jati diri kampus.

Baca Juga: Dies Natalis ke-56 UIN Walisongo Semarang, Rektor Tegaskan Empat Pilar Menuju Kampus Berdaya Saing Global

“UIN Walisongo harus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Kita wajib meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola yang akuntabel, serta melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” tegasnya.

Dalam laporan tahunan, Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., memaparkan berbagai capaian strategis yang menunjukkan lonjakan kemajuan kampus. Mulai dari penguatan infrastruktur akademik, peningkatan kualitas riset, hingga pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata.

Menurutnya, UIN Walisongo terus bertransformasi menjadi kampus yang kompetitif di tingkat global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Puncak acara semakin menginspirasi melalui orasi ilmiah Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed., bertajuk “Merawat Bumi, Merawat Kemanusiaan: Peran Kedokteran, Konstitusi, dan Nurani Bangsa.” Dalam orasi tersebut, ia menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran UIN Walisongo hadir bukan sekadar mencetak tenaga medis, tetapi juga penjaga kehidupan.

“FK UIN Walisongo melangkah ke depan dengan terapi regeneratif berbasis stem cell untuk menjawab tantangan penyakit berat. Namun lebih dari itu, kita melahirkan dokter yang siap mengabdi hingga pelosok dan memahami bahwa kesehatan manusia tidak terpisahkan dari kesehatan bumi,” ujarnya.

Tak hanya itu, orasi yang disampaikan juga menggugah kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian bangsa. Dengan gaya retoris yang kuat, Dr. Sugeng mengkritik mentalitas inferior di hadapan kekuatan global.

“Kita bukan kambing yang mudah digiring. Kita adalah bangsa besar. Keadilan tidak berpihak pada kekuatan, melainkan pada kebenaran,” serunya, disambut antusias hadirin.

Menutup rangkaian Dies Natalis, ia menyampaikan pesan reflektif yang menjadi ruh peringatan tahun ini: pentingnya menyatukan ilmu, nurani, dan keberanian dalam setiap langkah akademik dan pengabdian.

“Jika ilmu tanpa nurani, ia menjadi alat kekuasaan. Jika nurani tanpa keberanian, ia hanya menjadi bisikan yang hilang. Di usia ke-56 ini, UIN Walisongo harus tetap menjadi pusat ilmu dan penjaga moral yang berani menyuarakan kebenaran,” pungkasnya.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-56 ini, UIN Walisongo Semarang semakin memperkuat citranya sebagai kampus pilihan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen mencetak generasi berintegritas, humanis, dan siap menjawab tantangan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.