Abdillah Fathan Generus Terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UPGRIS 2026, Siap Wakili ke Tingkat Jawa Tengah

JATENG.AKURAT.CO, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Abdillah Fathan Generus A., mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dari Fakultas Teknik dan Informatika, resmi terpilih sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026.
Ajang seleksi yang diselenggarakan oleh UPT Kemahasiswaan dan Alumni tersebut digelar di Gedung Pusat lantai 2 UPGRIS pada 30 Maret 2026.
Dalam kompetisi ini, Abdillah berhasil menyisihkan enam finalis lainnya yang berasal dari berbagai fakultas.
Berkat capaian tersebut, mahasiswa kelahiran Cimahi, 27 September 2003 ini akan melanjutkan perjuangannya dengan mewakili UPGRIS pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Wilayah Jawa Tengah di LLDIKTI Wilayah VI pada 3 April 2026 mendatang.
Angkat Potensi Ubi Ungu sebagai Agen Antikanker
Dalam proses seleksi, Abdillah mempresentasikan karya ilmiah bertajuk “Purple Gen: An Integrated Bioinformatics System for Screening Anticancer Compounds Derived From Anthocyanins of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L).”
Melalui topik tersebut, ia mengangkat potensi kekayaan lokal Indonesia, khususnya ubi ungu, sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi menjadi agen antikanker.
“Saya ingin mengangkat potensi kekayaan lokal Indonesia. Ubi ungu ‘kan banyak di Indonesia. Senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya bisa dimanfaatkan sebagai agen antikanker melalui pendekatan bioinformatika,” jelas Abdillah.
Ia menambahkan, ubi ungu diketahui memiliki kandungan antioksidan tinggi, terutama dari senyawa antosianin, yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Pendekatan bioinformatika yang ia gunakan memungkinkan proses identifikasi senyawa aktif dilakukan secara lebih sistematis dan modern.
Aktif Meneliti dan Publikasi Internasional
Tak hanya unggul dalam presentasi, Abdillah juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah. Putra dari pasangan M. Miftahul Faiz dan Yeniawati ini telah berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal bereputasi, baik yang terindeks Scopus maupun Sinta.
Prestasi tersebut menjadi nilai tambah dalam penilaian Pilmapres yang tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga kontribusi nyata mahasiswa di bidang keilmuan.
Persiapan Matang Menuju Ajang Lebih Tinggi
Abdillah mengaku bahwa keberhasilannya tidak lepas dari persiapan yang matang, baik dari sisi materi maupun mental. Ia mempersiapkan diri selama dua minggu, termasuk mengasah kemampuan bahasa Inggris untuk menunjang presentasinya.
“Selama dua minggu saya melakukan persiapan untuk presentasi ini, terutama kemampuan bahasa Inggris,” ujarnya.
Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Abdillah juga menunjukkan komitmen tinggi untuk terus berkembang. Ia berencana memperdalam materi presentasinya dengan bimbingan dosen pembimbingnya, yakni Fafa Nurdyansyah, S.TP., M.Sc., dan M. Khoiron Ferdiansyah, S.TP., M.Sc., Ph.D.
“Saya ingin lebih dalam berkonsultasi dengan pembimbing agar bisa tampil maksimal di tingkat wilayah,” tambahnya.
Mahasiswa yang memiliki hobi sepak bola dan futsal ini pun menargetkan dapat melaju hingga tingkat nasional dalam ajang Pilmapres tahun ini.
“Saya perlu banyak bimbingan dosen dan harus terus belajar,” tegasnya.
Pilmapres Latih Keseimbangan Soft Skill dan Hard Skill
Sementara itu, Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi merupakan wadah penting untuk melatih keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan non-akademik mahasiswa.
“Melalui pemilihan mahasiswa berprestasi, mahasiswa mencoba memasuki ajang pembuktian. Pilmapres melatih keseimbangan antara kecakapan soft skill dan hard skill,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada pembelajaran formal, tetapi juga aktif dalam praktik dan pengembangan diri agar memiliki daya saing tinggi di dunia profesional.
Proses Seleksi Ketat dan Komprehensif
Wakil Rektor III UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, M.H., menjelaskan bahwa proses seleksi Pilmapres dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat fakultas hingga universitas.
Menurutnya, para finalis dinilai berdasarkan berbagai aspek penting, mulai dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kemampuan bahasa asing, hingga prestasi akademik dan non-akademik yang telah diraih.
“Presentase penilaian finalis meliputi IPK, kemampuan bahasa asing, hingga prestasi-prestasi mahasiswa. Semua harus disiapkan secara lengkap sesuai standar penilaian LLDIKTI,” jelasnya.
Harapan Menuju Tingkat Nasional
Keberhasilan Abdillah menjadi Mahasiswa Berprestasi UPGRIS 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri.
Dengan bekal penelitian yang kuat, pengalaman publikasi internasional, serta dukungan dari kampus, Abdillah kini bersiap menghadapi tantangan di tingkat Jawa Tengah.
Langkahnya menuju tingkat nasional pun terbuka lebar, membawa harapan besar bagi UPGRIS untuk kembali menorehkan prestasi di kancah yang lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






