Meningkatkan kualitas produksi UMKM melalui “Seminar dan Workshop Sistem Produksi & Kualitas” oleh Teknik Industri BINUS@Semarang

AKURAT.CO, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini menjadi salah satu peluang usaha di zaman sempitnya lapangan pekerjaan.
UMKM juga menjadi andalan untuk menggerakan roda perekonomian negara.
Proses produksi yang baik merupakan salah satu kunci dalam menjaga kualitas produk olahan, terutama untuk UMKM makanan dan minuman.
Selain itu, supaya bisnis tetap berjalan dengan baik, penting bagi UMKM untuk dapat mengelola finansial mereka.
Berkaitan dengan hal ini, Program Studi Teknik Industri BINUS@Semarang berupaya untuk memberikan kontribusi melalui penyelenggaraan pelatihan Seminar dan Workshop Sistem Produksi & Kualitas.
Kegiatan pelatihan ini diadakan di Nuwis & Hotel Convention Bandungan pada Kamis, (07/12/23). Kegiatan pelatihan dihadiri oleh 18 UKM yang terdiri dari UMKM makanan dan minuman yang berbasis produksi di Bandungan.
Pembinaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam program pendanaan Hibah DIKTI bertajuk Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan Tahun 2023 dengan Universitas Bina Nusantara yang ditujukan terutama untuk pengembangan Tahu Serasi Bandungan dan beragam produk turunan khas dari daerah Bandungan.
Kegiatan pelatihan diisi oleh Dra. Chrismartina Anggaraini Radjaratu, MPPM, Apt. dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang dan Mochammad Arief Nurrochman SE., Ak., CA., ACPA selaku Ketua Bidang Perpajakan, Keuangan dan Investasi Kamar Dagang Kabupaten Semarang dengan didampingi oleh dosen dan mahasiswa Teknik Industri BINUS @ Semarang.
Baca Juga: Nikmati Gemerlap Natal dan Sambut Tahun Baru di Hotel NEO Candi dengan Promo Menarik!
Pada sesi pertama, Chrismartina menyampaikan tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan bagaimana penerapannya di UMKM.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa untuk memastikan UMKM sudah memenuhi standar dan syarat keamanan olahan pangan, maka perlu mengurus izin PIRT.
Standar operasional prosedur (SOP) dalam proses produksi dalam UMKM menurutnya sangat penting untuk menjaga keamanan olahan pangan ini.
“Jadi sebagai pelaku UMKM yang mengolah pangan, ibu-ibu perlu memperhatikan bagaimana melakukan produksi secara higienis dimulai dari lingkungan produksi yang jauh dari tempat pembuangan, selokan, dan lain-lain, serta harusnya ada pembatas antara ruang produksi tertutup dengan lingkungan luar dengan bahan yang sesuai standar BPOM,” jelasnya.
Pada sesi kedua, materi diisi oleh Mochammad Arief Nurrochman atau yang kerap disapa Arief.
Ia berbagi wawasan mengenai pengelolaan keuangan bagi UMKM.
Ia menekankan bahwa laporan keuangan menjadi kunci dalam membantu pengelolaan keuangan perusahaan.
Proses akuntansi melibatkan beberapa langkah-langkah untuk memastikan keakuratan dalam pencatatan keuangan perusahaan.
Langkah awal melibatkan pengumpulan bukti transaksi serta pembuatan dokumen pendukung. Setelah itu, transaksi dituliskan ke dalam media pencatatan berdasarkan kaidah akuntansi.
Proses berlanjut dengan mengelompokkan pencatatan berdasarkan karakteristik transaksi dan memberinya identitas.
Selanjutnya saldo dari buku besar dikumpulkan ke dalam media pencatatan koreksi dilakukan dengan teliti untuk memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM dapat memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem produksi dan pengelolaan keuangan.
Sehingga diharapkan UMKM dapat mengatasi hambatan dan bersaing lebih efektif di pasar bisnis yang kompetitif.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








