Menuju Workshop dan FGD Flooding Youth Futures: Kolaborasi Australia-Indonesia dalam Adaptasi Perubahan Iklim

JATENG.AKURAT.CO, Perubahan iklim adalah tantangan global yang membutuhkan solusi lokal dan kolaborasi internasional.
Menyadari hal ini, BINUS University Semarang dan University of Queensland (UQ) Australia menggagas sebuah workshop bertajuk "Flooding Youth Futures: Australian and Indonesian Climate Change Adaptation Stories".
Acara yang digelar pada 17 Februari 2025 ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas pemuda dari kedua negara untuk menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya bencana banjir.
Mengapa Workshop Ini Penting?
Banjir adalah salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terjadi, baik di Australia maupun Indonesia.
Kota Brisbane di Australia dan Kendal di Jawa Tengah, misalnya, sering mengalami banjir yang merugikan masyarakat dan lingkungan. Workshop ini bertujuan untuk:
Mengangkat Suara Pemuda: Memberikan ruang bagi kaum muda untuk berbagi pengalaman dan strategi adaptasi mereka dalam menghadapi banjir.
Mendokumentasikan Kisah: Mengumpulkan cerita-cerita inspiratif dalam format audio-visual sebagai bahan edukasi dan advokasi.
Membangun Kolaborasi: Menciptakan solusi konkret melalui kerja sama lintas negara dan sektor.
Siapa Saja yang Terlibat?
Workshop ini akan dihadiri oleh sejumlah akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dari berbagai institusi, termasuk:
A/Prof. Zane Goebel dari University of Queensland, yang akan berbagi wawasan tentang adaptasi perubahan iklim di Australia.
Udiana Puspa Dewi, Ph.D. dari BINUS University, yang akan memaparkan hasil penelitian terkait dampak banjir di Indonesia.
Komunitas Pemuda Kendal: Sebagai representasi generasi muda yang langsung merasakan dampak perubahan iklim.
Selain itu, acara ini juga melibatkan akademisi lintas universitas dan pemangku kepentingan di Kota Semarang untuk membahas solusi konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Pendekatan Partisipatif: Pemuda sebagai Agen Perubahan
Salah satu keunikan workshop ini adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan pemuda sebagai subjek aktif.
Melalui diskusi, lokakarya, dan proyek audio-visual, peserta diajak untuk:
Berbagi Pengalaman: Menceritakan bagaimana mereka menghadapi banjir di lingkungan masing-masing.
Mengembangkan Strategi: Merancang langkah-langkah adaptasi yang bisa diterapkan di komunitas mereka.
Mendokumentasikan Kisah: Menciptakan konten audio-visual yang bisa digunakan sebagai alat edukasi dan advokasi.
Kolaborasi Penta Helix: Solusi Berkelanjutan
Workshop ini tidak hanya fokus pada diskusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berbasis penta helix, yaitu sinergi antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media.
“Sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini, kami tentu menyambut baik inisiatif tim dari program studi Creative Digital English BINUS University yang pro-aktif menjalin kolaborasi dengan University of Queensland dalam pengembangan materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang fokus membahas isu perubahan iklim. Ini menjadi warna yang unik ya tentunya, selama ini kebanyakan isu yang diangkat untuk pengembangan materi BIPA kebanyakan soal budaya, termasuk juga kuliner,” ujar Sitha Afril, koordinator bidang research and community development, BINUS Semarang.
“Harapannya, dari kegiatan ini juga nantinya tercipta peluang kolaborasi berbasis penta helix untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis isu-isu sosial yang lekat dengan permasalahan iklim dan sejenisnya di area Jawa Tengah. Lebih dari itu, agenda semacam ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara Australia-Indonesia di bidang riset dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Harapan ke Depan
Workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk:
Memperkuat Kolaborasi Australia-Indonesia: Dalam bidang riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menciptakan Solusi Berkelanjutan: Melalui pendekatan penta helix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menginspirasi Generasi Muda: Untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








