Sebuah Kisah yang Menyelimuti Candi Bajang Ratu: Mitos dan Misteri dari Peninggalan Kerajaan Majapahit

AKURAT.CO Misteri, Candi Bajang Ratu, sebuah peninggalan bersejarah dari kejayaan Kerajaan Majapahit, menarik perhatian dengan mitos dan misteri yang menyertainya.
Situs ini, berupa bangunan struktur batu bata, dianggap sebagai salah satu gerbang kecil di wilayah Kerajaan Majapahit, dengan bentuk gapura yang mirip dengan Candi Penataran di Blitar.
Terletak kokoh di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Candi Bajang Ratu diperkirakan didirikan pada pertengahan abad ke-13.
Baca Juga: Misteri Air Terjun Blawan: Jejak Legenda Nong Pegghe' dan Pesona Alam yang Ajaib
Beberapa versi menafsirkan namanya, dengan mengaitkannya kepada "raja yang gagal".
Istilah "bajang" yang berarti batal, kecil, atau kerdil, digabungkan dengan "ratu" yang berarti raja.
Sejarahwan muda Mojokerto, Ayuhannafiq, menjelaskan bahwa candi ini dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Jayanegara, yang memerintah dalam periode singkat dari tahun 1309 hingga 1328.
Mitos dan cerita seputar Candi Bajang Ratu masih hidup di kalangan masyarakat sekitar.
Salah satu pantangan yang dikenal adalah larangan melintas tepat dari depan candi hingga ke belakang.
Menurut cerita yang beredar, para pejabat yang mengunjungi candi tersebut diminta untuk memutar melewati sisi kiri atau kanan bangunan candi.
Baca Juga: Telaga Dringo: Pesona Alam yang Mirip Ranukumbolo di Tanah Jawa dan Misteri Kerbau Bertanduk Emas
Melanggar pantangan ini diyakini akan berakibat kursi jabatan mereka bergeser, bahkan bisa kehilangan jabatan tersebut.
Mitos ini pernah dibuktikan oleh Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Inggris di Tanah Jawa pada tahun 1811.
Saat berkunjung ke Trowulan, Raffles melintasi pintu candi untuk melihat bagian belakang gapura.
Namun, ia diingatkan oleh warga setempat untuk mematuhi pantangan yang berlaku.
Baca Juga: Mengungkap Misteri yang Menyelimuti di Tanjakan Tarahan, Lampung: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Cerita tentang 'raja gagal' Jayanegara, yang tewas ditikam tabib istana Ra Tanca, menjadi alasan dibalik pembuatan Candi Bajang Ratu.
Kisah ini menjadi bagian dari mitos yang melekat pada masyarakat sekitar candi.
Kejadian menarik terjadi setelah kunjungan Raffles ke Candi Bajang Ratu.
Tak lama setelah itu, ia dipindahkan ke Bengkulu atas surat mutasi dari atasannya di India.
Jabatannya hanya bertahan selama dua tahun, menambah keanehan dan kekuatan mitos yang melingkupi Candi Bajang Ratu.
Dengan mitos dan misterinya yang masih hidup hingga kini, Candi Bajang Ratu terus menjadi saksi bisu dari masa kejayaan dan kebesaran Kerajaan Majapahit, menambah warna dalam kisah-kisah bersejarah yang dikenang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










