Fakta Menarik Seputar Lawang Sewu: Ikon Megah Semarang yang Menyimpan Sejarah dan Misteri

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tak kenal Lawang Sewu? Bangunan megah dengan arsitektur khas Belanda ini menjadi salah satu ikon Kota Semarang yang wajib dikunjungi.
Namun, tahukah kamu bahwa Lawang Sewu menyimpan banyak fakta menarik dan sejarah panjang? Mari kita telusuri lebih dalam!
Sejarah Panjang Lawang Sewu
Lawang Sewu, yang dalam bahasa Jawa berarti "seribu pintu," sebenarnya memiliki 928 pintu.
Bangunan ini awalnya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Dibangun secara bertahap sejak tahun 1900, Lawang Sewu terdiri dari lima bangunan yang dirancang oleh arsitek-arsitek Belanda.
Selama masa pendudukan Jepang, Lawang Sewu beralih fungsi menjadi markas tentara dan kantor transportasi Jepang.
Setelah kemerdekaan, bangunan ini sempat digunakan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKA RI) dan markas tentara Belanda.
Pada tahun 1994, Lawang Sewu diserahkan kembali kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Fakta Menarik Lawang Sewu
Struktur Bangunan Unik: Lawang Sewu memiliki ratusan pintu dan jendela yang berfungsi sebagai sistem sirkulasi udara. Bangunan ini juga dilengkapi dengan ruangan bawah tanah yang memiliki bak penampung air hujan sebagai pendingin alami.
Lukisan Kaca Patri: Di lantai 2 Gedung A, terdapat lukisan kaca patri karya Johannes Lauresa Scoten yang menggambarkan kemakmuran Jawa dan kejayaan Belanda.
Toilet Klasik dan Unik: Toilet Lawang Sewu masih memiliki desain asli dengan dinding keramik dan urinoir impor dari Inggris.
Rak Sepeda Kuno: Di halaman belakang, terdapat rak sepeda berusia lebih dari satu abad, yang menunjukkan perhatian NIS terhadap karyawannya.
Kisah Mistis: Lawang Sewu sempat terkenal angker karena sejarahnya sebagai tempat penahanan dan penyiksaan pada masa pendudukan Jepang. Ruang bawah tanahnya bahkan pernah dijadikan lokasi uji nyali di televisi.
Identik dengan Kereta Api: Lawang Sewu menjadi saksi bisu sejarah perkeretaapian Indonesia. Di dalamnya, terdapat koleksi foto, seragam, alat komunikasi, dan miniatur kereta api kuno.
Lokomotif C2301: Di depan Lawang Sewu, terdapat lokomotif asli C23 buatan Jerman tahun 1908, yang menjadi simbol kejayaan NIS.
Lawang Sewu Kini
Setelah direnovasi pada tahun 2011, Lawang Sewu kini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik.
Pengunjung dapat menyewa kostum ala Belanda atau Jepang, membeli oleh-oleh, dan menikmati kuliner di food court.
Ruang bawah tanah yang sempat ditutup kini dibuka kembali untuk umum, namun dengan aturan khusus.
Informasi Penting untuk Pengunjung
Jam operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 - 21.00 WIB
Harga tiket masuk: Mulai dari Rp 10.000
Lawang Sewu bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga tempat yang menyimpan banyak cerita dan misteri.
Jika kamu berkunjung ke Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan dan keunikan Lawang Sewu!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 2Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 5Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 6Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 9Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan








