Lokasi dan Keberkahan Petilasan
Petilasan Raden Tumenggung Notopuro berlokasi di RT 01/RW 01 Dusun Ngerjoso, sekitar 500 meter dari JLS Pacitan-Lorok, tidak jauh dari Balai Desa Sukoharjo.
Petilasan ini menjadi saksi bisu sejarah, yang menceritakan perjalanan hidup Bupati pertama Pacitan, Raden Tumenggung Notopuro, pada sekitar tahun 1740-1757.
Sejarah dan Peninggalan
Sebelum menjadi bupati, Raden Ngabehi Notopuro berasal dari Ngrejoso dan merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Setelah dilantik menjadi bupati, daerah tersebut menjadi Kadipaten Pacitan, dan Raden Tumenggung Notopuro dimakamkan di Dusun Karang, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.
Peninggalan berupa sumur, yang dikenal sebagai Sumur Njero, dan empat batu umpak yang menjadi ganjal bekas bangunan kadipaten, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah tersebut.
Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi
Mistisisme dan Kepercayaan Lokal
Sumur Njero di petilasan ini menjadi objek kepercayaan masyarakat setempat.
Airnya dipercaya tidak pernah habis meskipun dilanda kemarau panjang.
Keterhubungan petilasan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat tercermin dalam tradisi bersih desa dan upacara hari jadi Pacitan yang diadakan setiap tahun.
Bahkan, petilasan ini dianggap begitu keramat sehingga warga tidak berani masuk ke dalamnya tanpa diiringi oleh juru kunci.
Cerita Mistis dan Kejadian Gaib
Beberapa cerita mistis juga menyelimuti petilasan ini.
Seorang santri yang mencoba melakukan tirakat pada bulan puasa pernah mengalami pengalaman gaib yang membuatnya melarikan diri dalam waktu singkat.
Selain itu, peristiwa aneh seperti kuda rombongan bupati yang enggan bergerak, dan mobil pejabat yang mogok di depan petilasan, menciptakan aura keangkeran dan kekeramatan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Keajaiban Alam dan Misteri serta Mitos yang Menyelimuti Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta
Sugesti dan Keberkahan Desa Sukoharjo
Meskipun dikelilingi oleh kisah mistis, petilasan Raden Tumenggung Notopuro juga memberikan sugesti keberkahan bagi warga Desa Sukoharjo.
Desa ini, yang terkenal sebagai lumbung padi Pacitan, memandang petilasan sebagai bagian dari identitasnya.
Kepercayaan terhadap keberkahan petilasan terbukti dengan tidak adanya dampak banjir di desa, meskipun rumah-rumah warga tergenang air.
Petilasan Raden Tumenggung Notopuro di Desa Sukoharjo bukan hanya menjadi tempat bersejarah yang dikeramatkan, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
Kepercayaan, tradisi, dan cerita-cerita mistis yang melibatkan petilasan ini memberikan warna tersendiri pada kehidupan sehari-hari warga Sukoharjo.
Suasana spiritual dan kesejukan alam sekitar menciptakan destinasi yang menarik bagi pengunjung yang mencari pengalaman unik di Jawa Timur.***