Jejak Sejarah Bangunan Tua di Jogja! Dulu Rumah Sakit Belanda, Kini Jadi Kantor yang Simpan Rahasia Arsitektur Indis yang Unik!

JATENG.AKURAT.CO, Yogyakarta memang kaya akan bangunan bersejarah, dan salah satunya adalah Kantor Bapeljamkesos di Jl. Prof. Dr. Sardjito.
Siapa sangka, bangunan yang kini berfungsi sebagai kantor ini dulunya adalah sebuah rumah sakit yang dibangun di awal abad ke-20.
Terletak di kawasan Jetis yang dulunya merupakan pemukiman elit Belanda, bangunan ini menyimpan keunikan arsitektur Indis yang memadukan gaya Eropa dan tradisional Jawa. Penasaran dengan rahasianya?
Jejak Sejarah di Balik Dinding Kokoh
Meskipun sejarahnya belum diketahui secara pasti, bangunan ini diperkirakan berdiri antara tahun 1920-an hingga 1930-an.
Di masa itu, kawasan Jetis berkembang pesat sebagai kantong pemukiman bagi para pegawai pemerintah, militer, dan guru dari Eropa.
Itulah sebabnya banyak bangunan dengan gaya arsitektur Indis bermunculan.
Setelah ditinggalkan oleh Belanda, bangunan ini beralih fungsi hingga kini digunakan sebagai Kantor Bapeljamkesos.
Keasliannya masih terjaga, dengan beberapa bagian yang masih mempertahankan komponen aslinya, seperti tembok tebal dan lantai beton yang dikenal sebagai tegel.
Ciri Khas Arsitektur Indis yang Menawan
Bangunan ini adalah contoh sempurna dari arsitektur Indis, yang dirancang untuk beradaptasi dengan iklim tropis. Ciri-ciri uniknya meliputi:
- Halaman Luas dan Teras Terbuka: Dirancang untuk memberikan ruang terbuka yang nyaman.
- Langit-Langit Tinggi: Memungkinkan sirkulasi udara lebih baik, membuat ruangan terasa sejuk.
- Jendela dan Pintu Besar: Dilengkapi dengan ventilasi (bouvenlicht) dan kanopi untuk pencahayaan dan udara ekstra.
- Menara Kecil di Atas Atap: Berfungsi sebagai ventilasi dan pencahayaan tambahan, memberikan sentuhan unik pada bangunan.
Meskipun sudah mengalami beberapa perubahan, seperti penggantian genteng, kaca, dan cat, serta penambahan gerbang dan paving, bangunan ini tetap terawat dengan baik.
Beberapa bagian belakang bahkan telah direnovasi, dan lantai satunya diubah menjadi area parkir.
Bangunan ini bukan hanya sekadar kantor, melainkan warisan budaya yang menunjukkan eksistensi arsitektur Indis di Yogyakarta.
Keberadaannya mengingatkan kita akan sejarah panjang yang membentuk kota ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'









