Kisah Sejarah Bangunan Tua di Kalasan: Bekas Rumah Dinas Camat yang Penuh Misteri, Sekarang Jadi Kantor KUD!

JATENG.AKURAT.CO, Saat melintas di Jalan Kalasan, Sleman, mungkin kamu tidak menyadari ada sebuah bangunan tua yang menyimpan banyak cerita.
Berada di dalam kompleks kantor Kecamatan Kalasan, bangunan yang dulunya merupakan Rumah Dinas Camat ini berdiri kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah.
Alih-alih dihancurkan, bangunan ini justru dipertahankan dan kini dialihfungsikan.
Bangunan lama ini, bersama dengan kantor kecamatan, gapura, dan pagar, menjadi bagian tak terpisahkan dari kompleks yang juga diisi oleh bangunan-bangunan baru, seperti Puskesmas Pembantu dan Rumah Dinas Camat yang baru.
Arsitektur Indis yang Menawan
Bangunan bekas rumah dinas ini menghadap ke timur laut, dengan fondasi yang tingginya sekitar 35 cm dari permukaan tanah.
Arsitekturnya bergaya Indis yang kental, terlihat dari atap limas yang berjajar dua ke belakang.
Lantainya terbuat dari tegel abu-abu, dan plafonnya tinggi, sekitar 4 meter, menambah kesan megah dan lapang.
Dindingnya terbuat dari bata yang diplester. Jendela-jendela kayu dengan model krepyak, yang tingginya mencapai 2,25 meter, membuat bangunan ini terlihat unik.
Ada juga tiga model pintu berbeda: pintu krepyak, pintu panel kaca, dan pintu papan kayu, masing-masing dengan ventilasi khas yang membuat sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik.
Cerita di Balik 5 Ruangan dan Lubang Misterius
Bangunan ini memiliki lima ruangan dengan dua teras, satu di depan dan satu di belakang.
Saat ini, teras depan dan kelima ruangan tersebut digunakan sebagai kantor KUD "Makmur Kalasan". Teras belakangnya kini sudah diubah dan menjadi tempat tinggal warga.
Teras depannya dihiasi lisplang dengan hiasan "rete-rete" dan disangga oleh empat tiang kayu.
Bagian belakangnya dulu berupa "kotangan" dan memiliki lubang di tengah teras, yang konon digunakan untuk meletakkan alat penerangan zaman dulu.
Meskipun sudah banyak perubahan, sumur aslinya masih ada di halaman belakang, bersebelahan dengan toilet baru.
Dengan segala keunikan dan nilai historisnya, bangunan bekas rumah dinas camat ini bukan sekadar gedung tua.
Ia adalah pengingat akan masa lalu yang terus hidup di tengah hiruk pikuk modernisasi, membuktikan bahwa warisan sejarah bisa beradaptasi dan tetap berfungsi di masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Kapolda Jateng Tegas: Tak Ada Ampun bagi Polisi yang Bekingi Kejahatan









