Sanksi Keras PSSI untuk Wahyudi Setiawan Hamisi Atas Insiden di Pertandingan Persebaya vs PSS Sleman

AKURAT.CO, Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja mengeluarkan keputusan terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan BRI Liga 1 antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman pada tanggal 3 Maret 2024.
Dalam pertandingan tersebut, terjadi beberapa insiden yang menarik perhatian, salah satunya melibatkan Wahyudi Setiawan Hamisi, pemain dari PSS Sleman.
Wahyudi Setiawan Hamisi dinyatakan bersalah atas dua jenis pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
Pelanggaran pertama adalah melakukan pelanggaran serius (serious foul play) terhadap pemain lawan, yang menunjukkan kurangnya sportivitas dan risiko tinggi terhadap keselamatan pemain.
Pelanggaran kedua, yang tidak kalah seriusnya, adalah gestur tidak pantas (menunjukkan jari tengah) kepada pemain lawan, yang merupakan tindakan tidak terpuji dan merugikan citra sepak bola Indonesia.
Atas kedua pelangaran tersebut, Komite Disiplin PSSI memutuskan hukuman untuk Sdr. Wahyudi Setiawan Hamisi sebagai berikut:
- Larangan Bermain: Sdr. Wahyudi Setiawan Hamisi dilarang berpartisipasi dalam 3 pertandingan sejak keputusan ini diterbitkan, berlaku pada pertandingan terdekat.
- Denda: Sdr. Wahyudi dikenakan denda sebesar Rp. 25.000.000,-.
Hukuman yang diberikan oleh Komite Disiplin PSSI tidak hanya bertujuan untuk memberikan sanksi kepada pemain yang bersalah, tetapi juga untuk mengirim pesan kuat kepada seluruh pemain dan klub tentang pentingnya menjaga sportivitas, keamanan, dan citra positif sepak bola Indonesia.
Sebelumnya, Wahyudi Hamisi, pemain dari klub sepak bola PSS Sleman, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Bruno Moreira, pemain yang membela tim Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap Juara Liga 3 Putaran Provinsi 2023/2024
Permintaan maaf ini berkaitan dengan sebuah insiden yang terjadi di lapangan yang melibatkan kedua pemain tersebut.
PSS Sleman, melalui pernyataan resminya, menyatakan harapan agar Bruno Moreira tidak mengalami cedera atau efek negatif lainnya pasca insiden tersebut, terlepas dari fakta bahwa Bruno dapat melanjutkan pertandingan hingga akhir.
Kejadian mengerikan terulang di Stadion Gelora Bung Tomo, mengingatkan kita pada insiden yang menimpa Robertino Pugliara pada 13 Oktober 2018.
Kemarin, dalam sebuah pertandingan yang seharusnya menjadi pesta sepak bola, Bruno Moreira menjadi korban tindakan brutal Wahyudi Hamisi yang menendang kepala pemain tersebut saat terjatuh.
PSSI mengharapkan semua pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia untuk selalu menunjukkan perilaku yang baik dan menghormati semua peserta pertandingan, termasuk pemain, ofisial, dan pendukung.
PSSI berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi semua aspek pertandingan sepak bola di Indonesia untuk memastikan bahwa sepak bola Indonesia berkembang dalam lingkungan yang sehat, kompetitif, dan menghargai nilai-nilai sportivitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









