Diplomasi Darurat di Islamabad: Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan Bahas Langkah Hentikan Perang Iran-Israel

JATENG.AKURAT.CO, Gelombang diplomasi tingkat tinggi bergulir di Islamabad saat para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, dan Turki tiba di ibu kota Pakistan untuk mengikuti pertemuan dua hari yang dimulai Minggu (29/3/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, ini menjadi upaya terbaru untuk meredakan eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama satu bulan dan mengancam stabilitas global.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat blokade Selat Hormuz yang nyaris melumpuhkan perdagangan minyak dunia.
Diplomasi intensif ini semakin menarik perhatian setelah sehari sebelumnya, Dar mengumumkan terobosan signifikan: Iran menyetujui 20 kapal berbendera Pakistan—atau dua kapal per hari—untuk melintasi Selat Hormuz.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi "jalan masuk" bagi bantuan kemanusiaan dan juga menjadi isyarat diplomatik bahwa Teheran bersedia melonggarkan cengkeramannya di jalur perairan vital tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengonfirmasi telah melakukan percakapan telepon lebih dari satu jam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai bagian dari persiapan menjelang pertemuan puncak ini.
Baca Juga: Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lewati Selat Hormuz, Langkah Awal Redakan Krisis Energi Global
Pakistan: Penengah Kunci antara Washington dan Teheran
Jurnalis Al Jazeera, Kamal Hyder, melaporkan dari Islamabad bahwa Pakistan telah bertindak sebagai "perantara utama" antara Amerika Serikat dan Iran, menyampaikan pesan bolak-balik sebagai bagian dari upaya mediasi.
"Pertemuan di Islamabad ini, menurut banyak pengamat, adalah awal dari proses kritis yang mencakup satu-satunya opsi yang layak: diplomasi dan dialog," ujarnya.
Hyder menambahkan bahwa proses ini akan sulit mengingat tingginya tingkat eskalasi.
"Semua mata tertuju ke Islamabad: konsensus apa yang bisa dicapai di sini, apakah itu akan dapat diterima oleh AS, apakah AS mencari jalan keluar dari perang ini atau hanya mencoba mengulur waktu," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, telah menyatakan harapannya bahwa pertemuan langsung AS-Iran akan segera terjadi di Pakistan, meski ia tidak menyebutkan sumber informasinya.
Kabar Baik dan Buruk: Houthi Mulai Beraksi, Pasukan AS Tiba
Di tengah upaya diplomatik, risiko eskalasi justru semakin nyata.
Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman meluncurkan serangan rudal pertama mereka ke Israel sejak konflik dimulai, Sabtu (28/3/2026).
Sementara itu, ribuan pasukan tambahan AS mulai tiba di Timur Tengah, dengan kontingen pertama mendarat di kapal serbu amfibi pada Jumat (27/3/2026).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pernyataannya, berterima kasih kepada Pakistan atas upaya mediasinya dan menyebutnya sebagai langkah untuk menghentikan agresi terhadap republik Islam.
Pakistan sendiri memiliki hubungan lama dengan Teheran serta koneksi erat dengan negara-negara Teluk.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Field Marshal Asim Munir juga telah membangun hubungan pribadi yang baik dengan Presiden AS Donald Trump.
Kini, beban besar berada di pundak Islamabad untuk menjembatani kedua belah pihak yang bertikai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







